Gelandang asing Persiraja Banda Aceh Shori Murata, memilih tetap bertahan di Aceh. Meski, pemerintah Jepang sudah mengimbau warga negaranya meninggalkan Indonesia.
Imbauan tersebut terjadi karena melonjaknya kasus virus corona di Tanah Air, dalam satu bulan terakhir. Setiap harinya terdapat puluhan ribu orang yang terinfeksi virus itu.
Guna menekan laju penyebaran virus corona, pemerintah Indonesia menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali. Kebijakan tersebut sudah dilakukan sejak 3 Juli 2021.
Keadaan tersebut tak membuat Shori, berpikir pergi dari Indonesia untuk kembali ke Jepang. Hal ini karena kasus virus corona di Aceh tidak setinggi di wilayah Jawa dan Bali.
"Saya tidak punya alasan untuk kembali ke Jepang saat ini. Karena di Aceh mungkin berbeda dengan di Jakarta atau Bali saat ini, di sini [Aceh] tidak terlalu berpengaruh dengan virus," ucap Shori, dikutip laman Liga Indonesia Baru.
Buktinya, Persiraja tidak menyuruh para pemainnya berlatih mandiri di kediaman masing-masing. Skuad Laskar Rencong, masih menggelar latihan bersama.
"Saya mau menikmati Aceh dulu, dan juga latihan ringan sementara waktu karena tim belum memulai latihan kembali, masih libur Iduladha," ucap pesepakbola berusia 27 tahun ini.
Selain itu, Shori mengaku nyaman berada di Aceh. Ia juga merasa khawatir terpapar virus corona bila meninggalkan Kota Serambi Mekkah.
"Saya juga tidak mau keluar dari Aceh, karena masih sangat berbahaya dengan virus di luar sana. Itu alasan saya tidak pulang meski sudah libur," ujar pemain kelahiran Tokyo, Jepang tersebut.
Shori, bukan satu-satunya pemain Jepang dari Liga 1 yang memilih tetap bertahan di Indonesia. Sikap serupa juga dilakukan gelandang asing Persebaya Surabaya Taisei Marukawa.
