Legiun impor Persebaya Surabaya Aryn Williams, menunjukkan kepedulian atas insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Ia menggalang dana yang diberikan untuk para korban dan keluarga.
Kecelakaan nahas tersebut terjadi pada Sabtu (9/1). Pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak, hilang kontak pukul 14.40 atau empat menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Diketahui pesawat tersebut terjatuh di sekitar Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Tim SAR gabungan menemukan banyak serpihan diduga dari pesawat dan juga potongan baju yang diperkirakan milik penumpang.
Pesawat itu membawa total 62 orang. Terdiri dari enam kru pesawat, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.
"Saya menggalang dana untuk para korban dan keluarga korban kecelakaan tragis Sriwijaya Air [SJ 182]," tulis Aryn dalam akun Instagram miliknya.
"Saya akan berlari 6 km per hari selama 30 hari untuk membantu tujuan ini. Saya akan mendonasikan $1 untuk setiap km yang saya tempuh sepanjang Januari." lanjut tulisan tersebut.
Official PersebayaGelandang berusia 27 tahun tersebut mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penggalangan dana. Caranya menyalurkan bantuan melalui GoFundMe: https://gf.me/u/zfwkjr atau ke rekening BNI: 0850142027 atas nama Aryn Williams.
"Setiap sumbangan besar atau kecil akan sangat dihargai. Terima kasih semua telah membantu," ucap pesepakbola berpaspor Australia tersebut.
Aryn menjadi satu-satunya pemain asing yang tersisa di Persebaya. Tiga legiun impor lainnya yakni Makan Konate, David da Silva, dan Mahmoud Eid, memilih angkat kaki.
Keputusan ketiga pemain itu cabut karena Liga 1 tidak ada kepastian. Mereka sudah lelah menunggu karena kompetisi sepakbola kasta teratas nasional sudah berhenti hampir setahun.
Sebetulnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) berencana memutar kembali Liga 1 pada Februari mendatang. Akan tetapi, sampai sekarang Kepolisian Republik Indonesia (Polri) belum memberikan izin.
Izin dari Polri, merupakan syarat utama untuk melangsungkan Liga 1. Tanpa adanya hal tersebut kompetisi sepakbola kasta teratas nasional tidak bisa dilangsungkan sesuai rencana PSSI dan PT LIB.


