Sejarah diukir oleh wakil Irak, Al Quwa Al Jawiya, akhir pekan lalu. Mereka sukses jadi satu-satunya tim sepanjang sejarah, yang mampu cetak hat-trick juara Piala AFC.
Kepastian itu diperoleh usai Al Quwa meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas wakil Turkmenistan, Altyn Asyr. Kemenangan jadi terasa lebih emosional karena dimainkan di kandang mereka sendiri,
Jika harus menyebut satu sosok yang paling berjasa dalam ukiran sejarah Al Quwa, dialah sang kapten tim, Hammadi Ahmed. Tidak hanya krusial dalam memimpin dan menebalkan mental rekan-rekannya, sang penyerang juga vital dalam permainan tim.
Kendati memiliki peran sebagai penyerang kedua yang lebih berfungsi sebagai pelayan penyerang utama mencetak gol, Hammadi justru keluar sebagai mesin gol Al Quwa.
Tercatat delapan gol mampu dilesatkan pemain berusia 30 tahun itu sepanjang Piala AFC 2018. Hammadi pun jadi topskor Al Quwa di turnamen prestise tersebut. Menjadi lebih krusial, karena tiga gol terkininya lahir secara beruntun di tiga partai terakhir termasuk final.
Tidak heran bila kemudian Hammadi, untuk kali kedua dalam tiga tahun terakhir, dipilih AFC sebagai pemain terbaik Piala AFC.
Selain itu sepanjang pekan ini Hammadi juga tak pernah absen mencetak gol, di liga domestik. Tiga gol diciptakannya dalam dua laga, untuk membuat Al Quwa kukuh di puncak klasemen sementara Liga Primer Irak 2018/19.
Karenanya redaksi Goal Indonesia bekerjasama dengan Toyota tak sungkan menjadikan pengoleksi 40 caps untuk timnas Irak itu, sebagai pemain terbaik Asia pekan ini.
Apa yang sudah dilakukan Hammadi, terutama di final Piala AFC kemarin, sudah manahbiskannya sebagai legenda hidup Al Quwa juga sepakbola Negeri 1001 malam.


