Seorang pemain sepakbola amatir Belanda mengaku bersalah atas kasus penipuan dirinya terhadap beberapa klub di Afrika Selatan, Chili, Denmark dan Transnistria hingga menawarkan kontrak padanya.
Bernio Jordan Enzo Verhagen telah dijatuhi hukuman 15 bulan penjara serta deportasi dari Denmark sebagai bagian dari sanksinya, yang dijatuhkan pada Selasa (18/8).
Pemain asal Belanda itu juga diwajibkan untuk membayar denda sebagai ganti rugi atas kasus tersebut, usai menipu beberapa klub lintas benua.
Kisah Verhagen dimulai ketika pindah ke FC Dinamo-Auto di Transnistria, sebuah klub kecil di negara bagian yang memisahkan diri dari Moldova.
Ia sama sekali tidak pernah tampil di klub tersebut sebelum menerima kontrak dari klub Afrika Selatan, Cape Town FC, di mana ia hanya tinggal sebulan sebelum sekali lagi meninggalkan klub tanpa memainkan pertandingan.
Selanjutnya ia menerima kontrak dari klub Cile, Audax Italiano, namun lagi-lagi ia pergi setelah hanya bertahan selama beberapa bulan dan sama sekali tidak bermain.
Yang terakhir, ia pindah ke Viborg FF saat ia dan kekasihnya dari Cile, Nayaret Muci juga ikut hijrah ke Denmark, memulai masa tinggal mereka di negara itu pada Oktober 2019.
Verhagen mengatakan kepada Bold bahwa ia sebelumnya pernah menjalani trial dengan Naestved dan Randers, yang lantas tidak terbukti benar setelah ditelusuri media Denmark itu.
Sesudah itu, Verhagen dituduh melakukan penculikan oleh Muci, dengan penyelidikan klub terhadap pemain tersebut yang mengarah pada fakta bahwa klub telah menjadi korban penipuan.
Instagram/berniov28Menurut laman Vice, Verhagen seringnya hanya berlatih sendirian di setiap klub tersebut, dan tidak pernah menunjukkan kemampuan sebenarnya di lapangan.
Sementara itu, Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) tidak memiliki catatan Verhagen pernah pindah ke luar negeri.
Viborg kemudian merilis pernyataan yang merinci perekrutan Verhagen, yang menyatakan bahwa mereka menawarkan kontrak kepada pemain Belanda itu setelah melakukan kontak dengan pihak yang mereka yakini sebagai Stellar Group, sebuah agensi yang mewakili nama-nama seperti Gareth Bale, Mason Mount dan Jack Grealish.
Namun, klub segera menyadari bahwa email yang mereka terima palsu, dengan surat yang mereka dapatkan datang dari alamat yang diakhiri dengan '.co' bukan '.co.uk'.
Pada 26 November, klub memutus kontrak Verhagen dan melaporkan kasus tersebut ke polisi, sang pemain pun ditangkap pada hari yang sama.
Pada Desember, Verhagen berhasil melarikan diri dari tahanan saat diantar ke pengadilan, yang kemudian berhasil ditemukan beberapa jam berselang di ruang bawah tanah.
Ia kemudian dinyatakan bersalah atas penyerangan, perampokan, pemaksaan ilegal, pengancaman dan melarikan diri dari polisi pada Juni dan dijatuhi hukuman 15 bulan penjara atas semua dakwaan tersebut sebelum diberikan hukuman tambahan atas kasus penipuan pada Selasa (18/8).
