Makan Konate - Arema FC

Pemain Afrika Tersukses Di Kompetisi Indonesia

Kehadiran pemain asing dari benua Afrika di kompetisi Tanah Air mulai berkurang. Klub lebih memilih menggunakan jasa pesepakbola asal benua Amerika atau Eropa, serta Asia.

Padahal, saat masanya, pemain Afrika menjadi daya tarik hampir seluruh klub di Indonesia. Ketahanan tubuh dan karakter permainan tak kenal takut jadi kelebihan yang dimiliki mereka.

Sejumlah nama pesepakbola beken asal benua Afrika, sempat dikontrak klub-klub Indonesia. Sebut saja Roger Milla, yang didaratkan Pelita Jaya pada 1994, dan dua tahun kemudian pindah ke Putra Samarinda.

Selain Milla, ada pemain lain dari benua Afrika yang meninggalkan kesan mendalam karena meraih sukses saat membela klub Indonesia. Berikut Goal Indonesia berikan daftarnya:

1. Olinga Atangana (Kamerun)

Pesepakbola asal Kamerun tersebut langsung memberikan kontribusi nyata pada awal musim bersama Bandung Raya, pada 1994. Ketika itu, Olinga berhasil membawa timnya menembus babak delapan besar Liga Indonesia.

Satu musim setelahnya, Olinga baru sukses mengantarkan Bandung Raya, meraih juara pertama kalinya di Liga Indonesia. PSM Makassar dikalahkan dua gol tanpa balas pada pertandingan final. 

Olinga, kembali membawa Bandung Raya menembus partai puncak, pada musim 1996/97. Namun, Persebaya Surabaya yang berhasil menjadi juara setelah menang dengan skor 3-1.

2. Pierre Njanka (Kamerun)

Persija Jakarta jadi klub Indonesia pertama yang dibela Pierre Njanka. Pesepakbola berpaspor Kamerun tersebut mendarat di klub ibu kota pada musim 2008/09, yang langsung mencuatkan namanya.

Setelah gagal membawa Persija juara, semusim kemudian Njanka memutuskan hengkang ke Arema. Bersama klub tersebut ia tampil dengan gemilang dan diberi kepercayaan sebagai kapten.

Bahkan, Njanka mampu membawa Arema merengkuh juara Liga Super Indonesia 2009/10. Gelar yang didapatkan itu terasa istimewa karena selama ini klub asal Malang tersebut belum pernah mendapatkannya.  

Masalah finansial membuat Njanka meninggalkan Arema. Ia berlabuh ke beberapa klub mulai dari Aceh United, Mitra Kukar, dan terakhir Persisam Samarinda.

Pierre Njanka - Persisam (GOAL.com/Abi Yazid)

3. Muhamadou Sadissou Bako (Kamerun)

Sejumlah kesebelasan Indonesia pernah diperkuat Muhamadou Sadissou Bako. Mulai dari PSMS Medan, Persita Tangerang, Barito Putera, Persipura Jayapura, hingga PS Bengkulu.

Prestasi terbaik Bako terjadi ketika berseragam Barito Putera, di Liga Indonesia musim 2001/02. Penyerang berpaspor Kamerun tersebut sukses menjadi pencetak gol terbanyak, dengan 22 gol. 

Prestasi tersebut membuat Bako jadi pemain dari benua Afrika pertama yang menjadi topskor di Liga Indonesia. Sebelumnya, tak pernah ada pilar asal benua hitam yang mampu menorehkannya.

Bako juga mampu membawa Barito Putera masuk ke babak delapan besar Liga Indonesia. Sayang, Laskar Antasari gagal melangkah lebih jauh setelah dikalahkan Persib Bandung. 

4. Mbeng Jean Mambalou (Kamerun)

Datang ke Persija Jakarta pada 1996 saat usianya 19 tahun, Mbeng Jean Mambalou tak langsung mendapat kesempatan utama. Ia mesti berjuang keras untuk menjadi penjaga gawang utama Macan Kemayoran.

Seiring berjalannya waktu, Mbeng Jean akhirnya mendapat kepercayaan sebagai penjaga gawang utama Persija. Ia pun jadi orang dari benua Afrika, pertama yang menempati posisi kiper di Liga Indonesia.

Mbeng Jean menjadi berhasil menorehkan tinta emas bersama Persija pada 2001. Ketika itu, ia membawa klub asal ibu kota tersebut untuk merengkuh gelar juara Liga Indonesia.

Persija bukan jadi satu-satunya klub tanah air yang dibela Mbeng Jean. PSPS Pekanbaru dan PSMS Medan sempat menggunakan jasanya selama beberapa musim.

5. Makan Konate (Mali)

Petualangan Makan Konate di kompetisi Tanah Air tidak langsung berjalan mulus. PSPS Pekanbaru, jadi kesebelasan pertama yang dibelanya pada delapan tahun lalu.

Setelah itu, Konate membela sejumlah klub lain seperti Barito Putera, Persib Bandung, Arema FC, dan sekarang Persebaya Surabaya. Meski, berpindah-pindah ia tetap menjadi andalan lini tengah di setiap kesebelasan yang dibelanya.

Kisah manis sempat diukir Konate bersama Persib. Ketika itu, pria asal Mali tersebut berhasil mengantarkan Maung Bandung menjadi juara Liga Indonesia (2014), dan Piala Presiden (2015).

Konate juga membantu Arema FC menjuarai Piala Presiden 2019. Raihan tersebut membuatnya jadi satu-satunya pemain yang mampu mengangkat trofi Piala Presiden sebanyak dua kali.

Makan Konate - Arema FC
Iklan
0