Tak bisa disangkal bahwa J.League, atau kompetisi sepakbola profesional di Jepang, merupakan salah satu kompetisi terbaik yang ada di Asia. Meski baru berusia 28 tahun, karena dimulai pada 1993, namun J.League sudah melahirkan banyak catatan.
Banyak pemain ikonik yang lahir dari J.League, dan mereka layak disebut raja kompetisi J1, atau kompetisi kasta teratas Jepang. Catatan mereka berbagai macam, dari mulai raihan gol yang sampai tiga digit, hingga pemain dengan usia 50 tahun lebih.
Berikut para pemain yang layak disebut sebagai raja J1 League, karena catatan impresif mereka yang sulit dijangkau pemain mana pun dalam waktu dekat. Dari mulai King Kazu, hingga gelandang produktif Yasuhito Endo.
- Yasuhito Endo (penampilan terbanyak) 641 penampilan
Sepakbola Jepang punya gelandang legendaris Yasuhito Endo, yang menikmati ratusan penampilan selama J.League digulirkan. Bersama timnas Jepang, Endo pun memiliki 152 penampilan, terhitung sejak 2002 hingga 2015.
Ia mengawali karier pada tahun 1998 bersama Yokohama Flugels, bermain 16 kali, sebelum kemudian pindah ke Kyoto Purple Sanga lalu ke Gamba Osaka. Bersama Gamba, 19 musim ia habiskan, meski tim sempat terlempar ke J2 League.
Tendangan bebas menjadi salah satu khas yang dimiliki oleh Endo, dia pun sempat mengutarakan keinginan untuk bisa berkarier di Eropa atau Brasil, tapi akhirnya tetap memilih bersama Gamba. Dua kali J1, dan sekali J2, menjadi pencapaiannya di kompetisi domestik.
Saat ini Endo sudah tak muda lagi, 41 tahun, dan masih aktif bermain dengan membela Jubilo Iwata. Total penampilan sebanyak 641 tentu bukan raihan yang main-main, dan sulit untuk dijangkau pemain mana pun.
J.League- Yoshito Okubo (pencetak gol terbanyak)190 gol
Yoshito Okubo benar-benar predator ulung di kotak penalti lawan, tak heran catatan golnya pun sampai tiga digit. Sebanyak 190 gol telah dikemas pemain yang kini berusia 39 tahun tersebut.
Ada hal unik dari Okubo, yakni adanya "Yoshi Meter", yang merupakan bendera khusus dari suporter untuk dirinya, dan mencantumkan catatan golnya sejauh ini. Saat ini, dia membela Cerezo Osaka, klub yang membesarkan namanya.
Pemain kelahiran Fukuoka ini pernah bermain di Spanyol untuk Real Mallorca, pada 2005, lalu mencicipi Liga Jerman dengan membela Wolfsburg. Klub Jepang lain yang pernah ia bela antara lain FC Tokyo, Kawasaki Frontale, hingga Vissel Kobe.
- Masashi Nakayama (gol terbanyak dalam satu musim) - 36 gol, musim 1998
Pada 1998 Masashi Nakayama menggila bersama Jubilo Iwata. Ia menjadikan diri sebagai pencetak gol terbanyak pada akhir musim, dengan 36 gol. Jumlah tersebut hingga kini belum mampu disentuh pemain mana pun, dan jadi rekor tersendiri dalams atu musim.
Pada Piala Dunia 1998, Nakayama mencatatkan diri sebagai pencetak gol pertama untuk Jepang di Piala Dunia. Catatan manis lainnya adalah rekor hattrick tercepat, ketika melawan Brunei Darusaalam pada Kualifikasi Piala Dunia 2000, yakni tiga gol dalam tiga menit.
Sempat pensiun pada 2012, Nakayama kembali bermain pada tahun 2015 bersama Azul Claro Numazu, dan baru pensiun pada awal tahun 2020 lalu saat berusia 53 tahun. Ia menikmati karier terindah bersama Jubilo Iwata, karena pernah juara Liga Champions Asia, Piala Super Asia, dan jelas J1 League.
©J.LEAGUE- Kazuyoshi Miura (pemain paling tua) - 54 tahun
Kazuyoshi Miura adalah pemegang rekor dunia sebagai pemain tertua di dunia yang pernah ada, ia pun dijuluki sebagai King Kazu. Yang mengagumkan, ia selalu mampu bersaing di J1 League sekali pun, dan musim ini sudah berusia 54 tahun, dan tergabung dengan FC Tokyo.
King Kazu baru saja memperbarui rekornya musim ini saat Yokohama FC bermain lawan Urawa Red Diamonds di pekan ketiga, 10 Maret 2021 lalu. Miura tampil sebagai pemain pengganti, menggantikan Keijiro Ogawa saat laga hampir selesai. Hal ini terjadi saat usia Miura menginjak 54 tahun 12 hari.
J LEAGUE- Zico (pencetak gol tertua) - 41 tahun, 3 bulan, 12 hari - Kashima Antlers
Legenda timnas Brasil, Zico, pernah bermain di Liga Jepang dari tahun 1991 sampai 1994 bersama Kashima Antlers. Sampai saat ini, Zico juga pemegang rekor pencetak gol tertua di J1 League dengan usia 41 tahun 3 bulan dan 12 hari.
Gol ini ia cetak untuk Kashima Antlers saat bermain lawan Jubilo Iwata, 15 Juni 1994, yang juga merupakan gol terakhirnya sebagai pemain profesional. Ia dianggap sebagai legenda bagi masyarakat lokal, mendapat julukan "Dewa Sepakbola", dan patungnya sampai saat ini masih ada di luar stadion kandang Kashima Antlers.
Rekor dari Zico ini masih sangat mungkin dipecahkan, mengingat banyak pemain sepuh yang masih aktif di J1 League. Sebut saja Kazuyoshi Miura (54 tahun), Shinji Ono (41 tahun), hingga Shunsuke Nakamura (43 tahun).
Getty- Takayuki Morimoto (pemain dan pencetak gol termuda) - Tokyo Verdy
Debut: 15 tahun, 10 bulan, 6 hari
Gol: 15 Tahun, 11 bulan, 28 hari
Takayuki Morimoto melakukan debutnya di J1 League saat Tokyo Verdy melawan Jubilo Iwata, 13 Maret 2004, saat masih berusia 15 tahun 10 bulan 6 hari! Ia kemudian mencetak gol perdananya di kasta teratas Liga Jepang saat lawan JEF United Chiba pada 5 Mei 2004, dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-16.
Dua hal ini merupakan sebuah rekor yang masih belum terpecahkan hingga saat ini di Meiji Yasuda J1 League. Musim itu ia kemudian meraih gelar Pemain Muda Terbaik J.League, selain juga membawa Tokyo Verdy juara Piala Kaisar 2004 dan Piala Super Jepang 2005.
Dua tahun kemudian, ia kemudian hijrah ke Liga Italia untuk bermain bersama Catania. Penampilannya di Catania tidak begitu mengecewakan, karena mampu menjadi pilihan utama dan total mencetak 15 gol. Ia juga sempat dipinjamkan ke Novara, hingga bermain di Uni Emirat Arab bersama Al Nasr.
(C)J.LEAGUE