Mulai Pelita Jaya Hingga Dewa United - Klub Indonesia Tidak Dilarang Alih Status, Kecuali Tujuh Nama

Cover Alih Status Klub Indonesia
Goal Indonesia
Goal Indonesia mencatat sejumlah alih kepemilikan klub Indonesia sejak era profesional (2008).

Tak ada yang abadi, hal itu pun berlaku pada klub sepakbola. Sebuah nama, logo, warna kebesaran, bahkan markas pun bisa saja berubah pada klub sepakbola. Tidak memandang seberapa melegendanya suatu klub karena karena nyatanya di luar negeri, para fans dari klub legenda sekaligus juara Liga Champions 1986, Steaua Bucharest harus menerima klub kesayangannya berubah logo dan berganti nama menjadi FCSB. Iya, FCSB, ini bukan suatu akronim melainkan nama baru Steaua Bucuresti setelah mengalami dualisme pada 2017.

Di Indonesia, nasib baik melindungi klub-klub bersejarah nan melegenda. Mereka yang membidani lahirnya PSSI yakni Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, PSIM Yogyakarta, Persis Surakarta, PPSM Magelang, dan PSM Madiun sudah dijamin dalam statuta PSSI untuk diharamkan berganti nama dan berpindah domisili. Hal itu pun membuat ketujuh klub terjamin tak akan bernasib seperti Steaua Bucuresti.

Namun, di luar tujuh nama tersebut, alih status bukan lah sesuatu yang janggal. Itu kenapa di Indonesia banyak terjadi klub yang berganti nama, berganti domisili, atau berganti kepemilikan.

Sebelum era profesional (2008), sudah banyak klub yang berganti nama dan berpindah markas. Hal itu pun sangat mudah karena transaksi pembelian klub terutama yang lahir dari Perserikatan belum berbadan hukum. Salah satu contohnya adalah Sriwijaya FC yang aslinya sebelum tahun 2004 klub ini bernama Persijatim Jakarta Timur.

Pada 2004, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan berhasil memindahkan Persijatim yang kala itu bermarkas di Solo ke Palembang dan berganti nama menjadi Sriwijaya FC. Hasrat Pemprov Sumatera Selatan untuk memiliki klub di kasta tertinggi Liga Indonesia pun terwujud. Klub bertujuan membangkitkan demam sepakbola yang sudah lama tidak dirasakan masyarakat Sumatera Selatan, terutama Palembang, setelah sempat disinggahi Kramayudha Tiga Berlian di era Galatama. Sebelum itu, Palembang merupakan kota terpadat di Sumatera yang tak memiliki klub sepakbola seperti halnya Medan yang memiliki PSMS dan Padang dengan Semen Padang.

Setelah 2008, proses alih status klub bertambah rumit. Ini lantaran PSSI mewajibkan klub-klub liga profesional untuk berbadan hukum sehingga transaksi pun menjadi lebih legal. Meski demikian, kenyataannya di tiap musim setelahnya masih banyak jual beli klub terjadi.

Paling baru, tahun ini saja dua klub sudah memperkenalkan diri setelah sukses melakukan akuisisi jelang bergulirnya musim 2021.  Dewa United yang akan bermarkas di Tangerang sukses melakukan transaksi dengan peserta Liga 2 musim lalu, yakni Martapura FC. Satu lagi adalah Putra Safin Group asal Pati yang sukses mengakuisisi Putra Sinar Giri dari Gresik yang juga berlaga di Liga 2.

Dewa United berlatar belakang sebagai klub yang dimiliki pengusaha bernama Erick Herlangga. Sebelum merambah sepakbola, bisnis Dewa United di dunia olahraga telah menjangkau e-sports dan bola basket. Dewa United merupakan refleksi dari tren modernisasi industri olahraga yang merambah ke berbagai cabang. Persib Bandung menelurkan tim basket Prawira Bandung, begitu juga dengan Bali United yang membentuk tim bola basket setelah lebih dahulu memiliki tim e-sports Island of Gods. Tujuannya, tentu saja merangkul pasar yang lebih luas, terutama anak-anak muda yang menggandrungi olahraga dan dunia digital. (Ralat: Erick Herlangga menyanggah bahwa dirinya berhubungan, atau bahkan merupakan pemilik dari Dewa United. Yang bersangkutan memastikan bahwa ia hanya fokus pada Louvre Dewa United).

Sementara itu, PSG Pati mengakuisisi PSG Gresik dengan tujuan untuk mengembangkan Pati sebagai daerah sports tourism. Pemilik klub adalah Saiful Arifin yang juga menjabat sebagai wakil bupati Pati. Selain itu, tujuan lain pembentukan PSG Pati adalah ingin mengembangkan SPFA (Safin Pati Football Academy) yang lebih dulu dimiliki oleh Saiful Arifin.

Banyak di antara insan sepakbola Indonesia yang tidak senang dengan langkah alih status klub. Tidak jarang muncul komentar miring, "klub siluman". Padahal, itu diperbolehkan dalam Statuta PSSI 2019 yang tertuang dalam Pasal 11 hingga 19. Jual beli klub peserta liga Indonesia adalah sesuatu yang lumrah. Dalam lima tahun terakhir saja, Goal Indonesia mencatat ada 14 tim yang berganti nama sekaligus pindah domisili.

Kepindahan klub tidak selalu berarti negatif. Malahan, beberapa di antaranya mampu menjawab keraguan dengan segudang prestasi. Sepanjang sejarah Liga Indonesia tercatat tiga “klub siluman” yang pernah menjadi kampiun. Ketiga klub itu adalah Sriwijaya FC (2007), Bhayangkara FC (2018) yang embrionya berasal dari Persikubar Kutai Barat, dan Bali United (2019) yang sebelumnya bernama Persisam Putra Samarinda.

Berikut daftar klub yang berganti nama dan berpindah domisili sejak era profesional (2008):

  Nama Baru Nama Lama Tahun Alih Status
1 Dewa United Martapura FC 2021
2 PSG Pati PSG Gresik 2021
3 PS Hizbul Wathan Sidoarjo Semeru FC Lumajang 2020
4 Muba Babel United Musi Banyuasin Babel United Pangkalpinang 2020
5 Tira-Persikabo PS Tira - Persikabo (merger) 2019
6 Badak Lampung Perseru Serui 2019
7 Babel United Pangkalpinang Aceh United - PS Timah Babel (merger) 2019
8

Bandung United (tim cadangan Persib Bandung)

Blitar United 2019
9 Sulut United Bogor United 2019
10 PS Tira Bantul PS TNI Bogor 2018
11 Semeru FC Lumajang Persigo Gorontalo 2017
12 757 Kepri Jaya Batam Bintang Jaya Asahan - YSK 757 Karimun (merger) 2017
13 Lampung Sakti Persires Sukoharjo 2017
14 Sragen United Laga Surabaya 2017
15 Madura FC Sumenep Persibo Bondowoso 2017
16 Perseka Manokwari Perseka Kaimana 2017
17 Madura United Persipasi Bandung Raya (merger) 2016
18 PS TNI Persiram Raja Ampat 2016
19 Bhayangkara FC Persebaya Surabaya United 2016
20 Celebest FC Palu Villa 2000 Tangerang Selatan 2016
21 Persipasi Bandung Raya Pelita Bandung Raya - Persipasi Bekasi (merger) 2015
22 Bali United Persisam Putra Samarinda 2015
23 Persires Sukoharjo Kuningan FC 2015
24 Borneo FC Perseba Bangkalan 2014
25 Kuningan FC Persires Banjarnegara 2014
26 Pelita Bandung Raya Pelita Jaya Karawang 2013
27 Persires Banjarnegara Persires Bali Devata FC 2013
28 Persires Bali Devata FC Persires Rengat 2011-12
29 Pelita Jaya Karawang Pelita Jaya Purwakarta 2010-11
30 Pro Titan Medan Pro Duta Sleman 2010-11
31 Persebaya Surabaya United Persikubar Kutai Barat 2010-11
32 Pro Duta Sleman Pro Duta Bandung 2009-10
33 Pelita Jaya Purwakarta Pelita Jaya Jawa Barat 2008-09

 

Tutup