Pelatih Timor Leste Fabio Maciel menilai kebodohan yang dilakukan pemainnya di babak kedua membuat mereka harus menelan kekalahan telak 4-1 dari timnas Indonesia, Kamis (27/1) malam WIB, dalam pertandingan uji coba di Stadion Dipta Gianyar.
Timor Leste mengawali laga dengan baik. Mereka sempat unggul melalui Paulo Domingos Gali pada menit ke-35, dan nyaris menggandakan keunggulan jika tendangan penalti Mauzinho Barreto diblok Syahrul Trisna Fadillah.
Hanya saja, setelah Indonesia mampu membalikkan keadaan menjadi 2-1, penggawa Timor Leste harus membayar kesalahan yang mereka lakukan, sehingga terjadi dua gol bunuh diri kiper pengganti Mendonca Da Silva dan kapten tim Filomeno Junior.
“Hasil yang kami raih tidak sesuai harapan, seharusnya bisa lebih baik dibandingkan ini, terutama di babak kedua. Secara keseluruhan, saya lebih suka melihat permainan yang diperlihatkan di awal pertandingan,” ucap Maciel.
“Di babak pertama kami bermain sangat baik, dan kami memperoleh tiga atau empat peluang, meski Indonesia mempunyai beberapa peluang. Kami juga harusnya sudah unggul 2-0 di babak pertama.”
“Jika Anda melihat pertandingan, Indonesia tampil lebih baik. Saya pikir pertandingan akan selesai 2-1 untuk Indonesia, bukan 4-1. Tapi gol ketiga dan keempat merupakan kebodohan yang kami lakukan sendiri.”
Kendati demikian, Maciel cukup puas dengan performa anak asuhnya. Menurut Maciel, uji coba ini menjadi bagian dari persiapan mereka menghadapi Piala AFF U-23 di Kamboja pada pertengahan Februari.
“Saya juga sangat puas dengan penampilan pemain, karena sebagian besar pemain berusia 19 tahun, sehingga mereka dibilang merupakan generasi muda. Tapi melawan Indonesia yang bermain di kandang, mereka telah menunjukkan kelemahan kami,” kata juru taktik asal Brasil ini.
“Saya ingin melakukan persiapan untuk turnamen yang akan kami ikuti di Kamboja. Para pemain ini yang nantinya akan tampil di sana. Jadi saya bisa melihat bagaimana mereka bermain sebagai tim, dan memperlihatkan performa mereka.”
“Tentu sedikit kesalahan bisa saja terjadi, mengingat mereka sebagian besar mereka. Para pemain muda ini belajar dari proses. Tapi secara keseluruhan saya cukup puas.”
