Shin Tae-yong Timnas IndonesiaMario Sonatha

Pelatih Timnas Indonesia U-23 Shin Tae-Yong: Filosofi Sepakbola Saya 'Zero Top'

Pelatih timnas Indonesia U-23 Shin Tae-yong tidak mempermasalahkan barisan depan tim besutannya belum mencetak gol dalam tiga pertandingan Grup A SEA Games 2021.

Dari tiga pertandingan, Muhammad Ridwan menjadi satu-satunya striker yang telah menyumbangkan gol bagi timnas U-23. Gol itu ia lesakkan ketika mengalahkan Filipina 4-0, Jumat (13/5) sore WIB.

Selebihnya, gol timnas U-23 berasal dari para pemain yang biasa beroperasi di sektor tengah, dan bahkan juga di lini pertahanan. Walau begitu, Tae-yong tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi tersebut.

Menurut pelatih asal Korea Selatan ini, ia memang mempunyai filosofi tersendiri dalam menangani sebuah tim. Tae-yong mengatakan, semua pemain mempunyai potensi mencetak gol bila mendapat kesempatan, sehingga tidak hanya bergantung kepada striker.

“Sepakbola yang saya ingin mainkan adalah zero top, jadi tidak ada striker yang spesifik. Artinya, ketika pemain bertahan mendapatkan kesempatan, saya ingin mereka mencetak gol,” jelas Tae-yong dalam keterangannya kepada wartawan yang dihadiri jurnalis Goal Indonesia Alvino Hanafi.

“Sedangkan untuk striker, ketika kami harus bertahan, saya menginginkan mereka juga bertahan 100 persen. Itulah cara yang saya terapkan dalam latihan. Itulah filosofi sepakbola saya.”

Tae-yong juga memberikan pujian kepada Ricky Kambuaya. Pemain yang baru bergabung dengan Persib Bandung itu dinilai memperlihatkan performa mengesankan di sektor tengah.

“Ricky Kambuaya memperlihatkan performa yang baik dan tepat di lini tengah. Dari tiga laga, performa dia di pertandingan ini sangat bagus,” puji mantan pelatih Korsel di Piala Dunia 2018 ini.

Dalam pertandingan ini, gelandang Persebaya Surabaya Marselino Ferdinan turut menyumbangkan satu gol melalui titik putih. Tae-yong juga memberikan kesempatan kepada pemain muda lainnya, Ronaldo Kwateh.

Tae-yong mengatakan, minimnya jumlah pemain yang didaftarkan di SEA Games membuat dirinya harus bisa memaksimalkan semua penggawa Garuda Muda. Kesempatan bermain itu berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri.

“Tentang Marselino dan Ronaldo, saya juga punya pertanyaan yang sama setelah pertandingan pertama kami melawan Vietnam. Mereka masih muda, baru berusia 18 tahun. Alasan saya terus memberikan kesempatan, tak lain untuk perkembangan sepakbola Indonesia juga,” beber Tae-yong.

Iklan
0