Berita Live Scores
Liga Primer

Kekuatan Pemulihan: 'Pelatih Tidur Elit' Yang Dipakai Pep Guardiola, Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger & Mauricio Pochettino

00.26 WIB 25/01/22
Elite Sleep Coach GFX
Nick Littlehales menjelaskan kepada GOAL mengapa 'pemulihan manusia' harus menjadi aspek terpenting dari proses pelatihan pesepakbola.

Apa kesamaan Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger, Mauricio Pochettino, dan Pep Guardiola serta tim nasional Inggris, Liverpool, Real Madrid, RB Leipzig, British Cycling, dan sejumlah atlet Olimpiade, para pembalap Formula 1, dan bintang-bintang NBA pada umumnya?

Pada titik tertentu, mereka semua meminta layanan dan keahlian Nick Littlehales.

Littlehales merupakan mantan pegolf profesional yang menjadi direktur pemasaran, yang sekarang diakui sebagai Pelatih Tidur Olahraga Elit terkemuka di dunia, dan seorang inovator di bidang 'pemulihan manusia'.

Ia menerbitkan buku terlaris, 'Tidur', pada 2016, dan teleh memelopori teknik R90, yang dia yakini tidak hanya bisa meningkatkan kualitas tidur seseorang, tapi juga meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental, dan demikian halnya performa.

"Ini adalah proses tujuh langkah," ujar Littlehales kepada GOAL. "Dan, intinya adalah gagasan bahwa kita merinci setiap 24 jam menjadi siklis 90 menit."

"Secara tradisional, gagasan seputar tidur bahwa itu terjadi saja di penghujung hari ketika tidak ada yang bisa dilakukan, dan idealnya Anda akan mendapatkannya delapan jam sehari, bukan?"

"Yah, tidak ada yang mengerti. Anda tidak bisa hanya 'tidur nyenyak dan sampai jumpa besok'. Setiap orang berbeda."

"Kita perlu mengubah bahasa seputar tidur. Itu harus dibicarakan di sekolah, sebagai pilar pertama kesehatan manusia, karena berdampak pada segalanya; diet, hidrasi, olahraga, kesehatan mental, kesegaran, dan performa."

"Jika Anda melakukan 'pemulihan manusia' dengan benar, maka segala sesuatu yang lain akan menjadi lebih baik, tidak berkurang apa pun."

Littlehales bekerja sebagai direktur penjualan dan pemasaran internasional untuk Slumberland, sebuah perusahaan tempat tidur yang berbasis di Manchester, pada pertengahan 1990-an, ketika didekati Oldham Athletic tentang kesepakatan sponsor potensial.

"Mereka baru saja keluar dari periode yang sangat sukses bersama Joe Royle sebagai manajer," ujarnya. "Sebagian besar tenaga kerja adalah fans, jadi saya pikir itu adalah ide yang bagus."

"Dan, tentu saja, karena saya yang menulis cek, saya akan diundang ke pertandingan. Dan, di sanalah saya diperkenalkan dengan Mr Ferguson..."

'Mr Ferguson', tentu saja, adalah Sir Aex Ferguson, yang pada saat itu melatih Manchester United yang menguasai segalanya. Ia dan Littlehales cocok, dan tak lama kemudian, dia diundang ke Carrington, markas latihan United.

"Dave Fevre adalah fisioterapis pada saat itu, dan dia meminta saya untuk masuk serta berbicara dengan para pemain," ujar Littlehales.

“Pada saat itu, tidak ada fokus sama sekali pada bagaimana para pemain tidur atau bagaimana mereka melakukan pemulihan. Tapi, United di bawah asuhan Ferguson sangat berpikiran terbuka, dan selalu mencari keuntungan, sehingga mereka mengijinkan saya masuk. Itu adalah kesepakatan besar, dan saya tidak berpikir itu akan terjadi di klub lain mana pun.”

Littlehales pada awalnya bekerja dengan para individu. “Gary Pallister adalah salah satu yang pertama,” katanya. “Ia memiliki banyak masalah punggung bagian bawah, jadi kami fokus pada apa yang bisa kami lakukan untuk membantu meringankan masalah itu.

“Kemudian, untuk pertama kalinya selama pramusim, Ferguson memperkenalkan sesi ganda, yang membuat kami menciptakan ruang pemulihan di tempat latihan, di mana para pemain bisa tidur di antara sesi.”

Kata menyebar dengan cepat. Para pemain United asal Inggris - seperti David Beckham, Paul Scholes, dan Gary Neville - menyanyikan pujian untuk Littlehales di tugas internasional, mendorong pengenalan Gary Lewin, fisioterapis yang juga bekerja di bawah kendali Arsene Wenger di Arsenal.

"Keduanya, Ferguson dan Wenger, mereka menjalankan klub secara lengkap,” katanya. “Jadi jika mereka menyuruh seorang pemain untuk melakukan sesuatu, apakah itu mengubah pola makan, yoga, peregangan, mengurangi alkohol, mereka pasti melakukannya. Dan, itu membantu saya dalam hal apa yang ingin saya lakukan.”

Maju cepat sekitar 20 tahun, dan pekerjaan Littlehales ada di mana-mana. Ia bekerja dengan sejumlah klub, di tingkat akademi dan tim utama, dan memberi nasihat kepada tim-tim dan individu-individu di sejumlah olahraga lainnya.

Bersama Team Sky (sekarang Ineos), ia menciptakan 'perangkat tidur' untuk para pembalap dan staf Tour de France, yang disesuaikan dengan setiap individu. Hal serupa pernah dia lakukan dengan klub-klub sepakbola, termasuk Southampton ketika Pochettino masih menjadi manajer.

Kata dia, tujuannya selalu untuk mencoba dan meniru lingkungan 'rumah', bahkan ketika di jalan, di hotel, atau di rumahmotor.

"Pikirkan tentang itu," katanya. “Otak Anda selalu harus terbiasa dengan lingkungan baru, dan untuk setiap individu ada faktor-faktor yang berbeda."

“Banyak dari mereka cukup privat dan personal, tetapi bisakah kita meniru beberapa dari mereka ketika mereka jauh dari rumah?"

“Hotel-hotel mewah, mereka disiapkan untuk pesta ayam dan rusa, untuk perjalanan eksekutif. Tapi untuk seorang atlet, kita bisa meningkatkannya. Tempat tidur adalah hal terbesar, penutup kasur, seprai, bantal bisa menjadi bau dan berwarna, tapi bisa jadi cara bagaimana jendela menghadap, adanya temperatur. Apa pun yang bisa kami lakukan untuk meningkatkan tempat 'asing' menjadi sesuatu yang lebih akrab, maka kami akan lakukan.”

Littlehales mendesain kamar tidur para pemain di Kampus Etihad Manchester City, dan sekarang “masuk-keluar” bersama Guardiola dan skuadnya.

Sama halnya dengan Pallister di United pada 1990-an, ketika ia membantu orang-orang seperti Sergio Aguero dan James Milner mengatasi masalah, dan membantu mendidik pemain-pemain muda tentang pentingnya siklus pemulihan dan teknik R90.

"Kronotipe adalah massif," ujar Littlehales. “Ada dua tipe, AMers dan PMers, orang-orang di pagi dan sore hari. Dan, itu sangat berarti."

“Mengetahui mana kronotipe orang bisa membantu menginformasikan keputusan tentang kapan harus berlatih, berapa banyak yang harus dilatih, periode pemulihan seperti apa yang dibutuhkan orang itu setelah kick-off awal atau pertandingan malam.”

Ia menambahkan: "Sulit menemukan klub lain yang melakukan banyak hal sebaik dan selengkap Manchester City."

“Ya, mereka punya banyak uang, mereka memiliki fasilitas yang fantastis, tapi itu tidak selalu sama dengan kesuksesan. Anda tidak bisa membeli semuanya."

“Ketika Anda berjalan-jalan di sekitar fasilitas mereka, Anda merasakan tujuan yang sama. Baik itu tim utama, akademi, tim wanita. Ini seperti 'kami melakukannya, jadi mengapa Anda tidak?'”

Littlehales setuju ketika GOAL mengatakan bahwa tidur dan relaksasi untuk pemain-pemain elit modern mungkin lebih menantang, mengingat ketergantungan dunia pada smartphone, iPad, dan perangkat-perangkat lainnya.

"Ini poin yang bagus," katanya. “Apa yang saya alami selama dekade terakhir adalah bahwa kita berada dalam eksperimen media sosial, dan eksperimen teknologi. Beberapa di antaranya sangat menakjubkan sehingga kita tidak bisa mendapatkannya dengan cukup. Tapi, sisi lain darinya cukup menakutkan."

“Kini semua orang adalah jurnalis, semua orang bisa mengatakan apa yang mereka suka tanpa undang-undang. Kita bisa menemukan apa pun yang kita inginkan - di mana Steven Gerrard tinggal atau di mana Cristiano Ronaldo berjalan-jalan. Jadi keamanan menjadi masalah besar."

“Saya bisa memberitahu Anda, saya telah berkeliaran di sekitar pusat kota Manchester dengan orang-orang seperti Beckham, Scholes, Giggs. Mereka bisa pergi ke mana pun mereka mau. Orang-orang akan datang dan meminta tanda tangan."

“Sekarang, seorang pemain tidak tahu siapa yang mengambil film atau gambar mereka dari sisi lain kota. Jadi mereka berada di bawah lebih banyak tekanan, dan pertanyaan besarnya adalah bagaimana mereka melepaskan diri dari itu?

“Apa yang saya temukan adalah bahwa mereka mulai menciptakan sifat-sifat perilaku lain. Mereka berusaha menghadapi dengan waktu yang harus mereka gunakan sendiri, melarikan diri dari tekanan dan pengawasan sehari-hari. Itu mengarah pada hal-hal seperti game dan perjudian serta kecanduan media sosial."

“Dan, sungguh menakjubkan apa yang bisa Anda dapatkan dari ujung jari Anda melalui smartphone atau iPad. Baik itu berita palsu, nasihat buruk, kritik, pujian, propaganda, semuanya ada dalam hitungan milidetik."

“Saya sebenarnya memberikan sesi pelatihan ke klub top pada musim panas lalu, dan ada orang-orang di Google saat saya berbicara, memeriksa apa yang saya katakan!"

“Dan, sepakbola adalah trendi. Saya pernah ke klub di mana mereka semua menggunakan Snus, kantong tembakau yang Anda tempatkan di dalam bibir atas Anda, atau di mana mereka semua menggunakan obat tidur, karena itu menjadi hal yang harus dilakukan."

“Bahkan, di dalam klub elit Liga Primer Inggris, hal-hal ini bisa terjadi, hal-hal bisa salah dan hal-hal yang bisa hilang.”

Lalu, bagaimana dengan obat tidur? Sebuah artikel oleh The Athletic pada September menyatakan bahwa pil semacam itu digunakan di seluruh pertandingan Inggris, dan bahwa para pemain mengabaikan saran dari dokter klub, mereka menggunakan obat resep dan obat penenang, dalam banyak kasus untuk membantu mengatasi jadwal pertandingan yang tiada henti.

“Semua orang menginginkan jalan pintas,” kata Littlehales. “Jadi seseorang membaca bahwa mereka harus tidur selama X jam setiap malam dan mereka berpikir 'Saya butuh obat tidur untuk membantu itu'."

“Tapi, apa yang tidak mereka lihat adalah bahwa mereka tidak boleh mengonsumsi obat seperti itu kecuali mereka memiliki masalah klinis yang serius, dan itu diresepkan oleh dokter untuk waktu yang sangat singkat. Karena itu menjadi kecanduan."

“Dan, itu tidak membantu Anda untuk 'tidur'. Itu bisa menenangkan Anda. Tapi, itu berbahaya."

Littlehales menyadari bahwa, bahkan pada tahun 2022, akan ada penolakan terhadap ide-ide baru, terhadap 'spesialis' dan orang-orang yang ingin mengubah pola pikir.

“Dengar, ahli mana pun akan memberitahu Anda bahwa apa yang mereka lakukan adalah hal terpenting di dunia. Saya mengerti itu,” katanya.

“Tapi, saya pikir dalam olahraga level top modern, kami menerima bahwa hal-hal tertentu sangat vital untuk performa; nutrisi, hidrasi, pemulihan, peregangan, kesegaran mental. Dan bagi saya, pemulihan manusia - tidur - adalah sesuatu yang memberi makan semua hal itu, dan lebih banyak lagi selain itu.”

Ia mengakhiri dengan pertanyaan.

“Mari kita gunakan seseorang seperti Mo Salah sebagai contoh, karena dia sangat kekinian,” katanya. “Jadi, bagaimana ia secara konsisten memiliki kewaspadaan, kesadaran, kemampuan untuk membuat keputusan lebih cepat dari kiper, bek sayap, atau siapa pun?

“Anda dapat mengatakan itu karena dia tidur nyenyak, tetapi kenyataannya adalah dia melakukan banyak hal dengan benar yang memaksimalkan kemampuannya untuk pulih. Dan, jika ia pulih lebih baik, dia bisa berlatih lebih baik, dan dia bisa menerima dan menyimpan informasi dengan lebih baik, dia bisa fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dalam permainan atau situasi tertentu."

“Mungkin hanya perbedaan sepersekian detik, tapi itulah perbedaannya, kau tahu?"

“Olahraga telah membuat begitu banyak kemajuan di banyak bidang, tapi klub sekarang menyadari bahwa di bidang ini, kemampuan untuk pulih sebagai atlet secara lebih konsisten dan berkelanjutan, sangat penting."

“Itulah yang akan memungkinkan Anda untuk mengambil lebih banyak keuntungan dari semua hal lain yang tersedia untuk Anda, baik itu makanan, pelatihan, pembinaan."

“Itu bisa menjadi pembeda antara performa 9/10 atau performa 10/10.”