Pelatih Thailand U-19 Issara Sritaro, memutuskan mundur dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil setelah ia gagal membawa pasukannya melaju ke putaran final Piala Asia U-19 2020.
Thailand U-19 hanya mampu menduduki peringkat ketiga klasemen akhir Grup G kualifikasi Piala Asia U-19 dengan koleksi enam poin. Tim Gajah Perang, berada di bawah Malaysia U-19 dan Kamboja U-19.
Kegagalan Thailand U-19 tersebut tentu mengejutkan semua pihak. Sejak 1990, Negeri Seribu Pagoda itu selalu mampu melaju ke putaran final ajang sepakbola kelompok umur paling bergengsi di benua kuning ini.
"Pertama-tama saya harus meminta maaf kepada semua fans sepak bola, bahwa saya tidak bisa membawa tim ke tujuan yang telah ditetapkan," kata Issara dikutip dari laman federasi sepakbola Thailand (FAT).
"Saya bertanggung jawab penuh atas semua pekerjaan dan ingin mengucapkan terima kasih kepada Federasi Sepakola Thailand untuk dukungan penuhnya."
"Terima kasih untuk semua pemain. Yang mendedikasikan seratus persen kemampuan di setiap pertandingan, terima kasih semuanya, terima kasih untuk semua klub, setiap sekolah yang bekerja sama dalam mengirimkan pemain ke tim nasional. Dan semua penggemar sepakbola baik yang mendukung dari rumah dan di lapangan."
"Akhirnya, ingin meninggalkan semua penggemar sepakbola untuk pekerjaan masa lalu saya semata-mata salah. Mintalah setiap orang untuk tidak menyalahkan atlet muda. Karena saya percaya bahwa setiap orang akan dapat menjadi kekuatan utama tim nasional di masa depan. Segalanya, silakan datang kepada saya sendiri. Karena semua yang terjadi adalah tanggung jawab saya, semua keputusan dibuat oleh saya."
"Akhirnya, saya meminta maaf kepada kalian sekali lagi. Dan ingin mendorong semua orang untuk terus mendukung setiap tim nasional Thailand."
