มาโน โพลกิ้ง Getty

Pelatih Thailand Puji Keberanian Pasukan Muda Indonesia

Pelatih Thailand Alexandre Polking memberikan pujian kepada pemain timnas Indonesia yang telah memperlihatkan keberanian untuk mengejar defisit empat gol dalam pertandingan leg kedua final Piala AFF 2020 di Stadion National, Sabtu (1/1) malam WIB.

Pada pertandingan ini, Indonesia harus puas bermain imbang 2-2. Timnas senior bermodalkan kekalahan 4-0 dari pertemuan pertama menghadapi laga ini. Ricky Kambuaya sempat membuka asa Indonesia ketika laga baru berjalan tujuh menit.

Namun Thailand mampu membalikkan keadaan melalui Adisak Kraisorn di menit ke-54, dan Sarach Yooyen (56). Gol Egy Maulana Vikri sepuluh menit menjelang laga berakhir membuat laga dituntaskan dengan skor 2-2. Hasil itu membuat Indonesia kalah agregat 6-2.

Polking memberikan pujian kepada penggawa Indonesia yang tetap bermain ngotot di laga final. Menurutnya, performa pasukan muda Indonesia membuat tim Merah Putih mempunyai masa depan yang cerah.

“Kami tahu Indonesia akan berusaha keras [mengejar defisit gol]. Mereka bertarung sekuat tenaga, mereka selalu berusaha, dan tetap punya keyakinan [mengubah situasi]. Jadi sangat penting buat kami bisa bangkit setelah tertinggal 1-0,” tutur pelatih yang akrab disapa Mano ini.

“Ucapan selamat yang besar untuk mereka, karena telah memperlihatkan keberanian, banyak pemain muda, dan punya masa depan yang cerah. Anda bisa lihat, [sebagian besar pemain] mereka berusia di bawah 20 tahunan.”

Kesuksesan di Singapura ini mengukuhkan Thailand sebagai raja sepakbola Asia Tenggara setelah enam kali mengangkat trofi Piala AFF. Mano menyebutkan, keberhasilan menjadi juara menjadi ajang hiburan bagi masyarakat Thailand yang dilanda kesusahan akibat pandemi COVID-19.

“Setelah tahun yang sulit, sepakbola merupakan kesempatan besar untuk membuat orang bahagia, dan saya berharap ini adalah hadiah Tahun Baru untuk semua orang di Thailand setelah masa-masa sulit,” ujar Mano.

“Saya sangat senang kami juara. Kami juara dengan cara yang istimewa, dan saya harus berterima kasih kepada semua orang mulai dari staf, ofisial, dan terutama kepada para pemain.”

“Ini adalah turnamen bergengsi dan kami sangat senang kami memenangkannya tetapi kami tidak ingin berhenti di sini dan kemudian tidak memiliki kesempatan di kualifikasi Piala Dunia atau kualifikasi Piala Asia.”

Iklan
0