Federasi sepakbola Malaysia (FAM) memberikan wewenang sepenuhnya kepada pelatih Kim Pan-gon dalam menentukan kandang Harimau Malaya untuk pertandingan fase grup Piala AFF yang berlangsung akhir tahun ini.
Dalam edisi sebelumnya, Piala AFF 2020, yang dihelat tahun 2021, dilangsungkan secara terpusat di Singapura, karena berkaitan dengan pandemi COVID-19 di sejumlah negara Asia Tenggara.
Piala AFF 2022 kemungkinan kembali menerapkan format kandang dan tandang seperti di 2018, meski turnamen dua tahunan se-ASEAN ini memakai sistem setengah kompetisi di fase grup.
FAM sudah menyiapkan Stadion Nasional Bukit Jalil sebagai kandang mereka. Namun kelayakan stadion itu dipertanyakan, berkaca dari penyelenggaraan babak ketiga kualifikasi Piala Asia 2023 ketika Malaysia menjadi tuan rumah Grup E.
Konfederasi sepakbola Asia (AFC) 'sangat marah', karena kualitas rumput menurun, dan terdapat genangan air saat hujan deras yang membuat laga tertunda. AFC tidak akan mengizinkan Bukit Jalil untuk menggelar pertandingan internasional jika permasalahan teknis itu tak diselesaikan.
Sedangkan untuk Piala AFF, sekjen AFC Datuk Windsor Paul John menyatakan, itu bukan menjadi wewenang pihaknya. Menurut Windsor, penentuan penggunaan stadion dilakukan oleh AFF.
Sekjen FAM Mohd Saifuddin Abu Bakar mengatakan, pihaknya tetap akan melihat kualitas dibandingkan kuantitas, mengingat Bukit Jalil mampu menampung hingga 80 ribu penonton.
“Meski AFC mengatakan tidak ada kendala [karena tidak ikut campur pemilihan stadion Piala AFF], kami perlu tahu apakah lapangannya cocok atau tidak,” ujar Saifuddin kepada Arena Metro.
“Kalau pelatih bilang tidak cocok, kami tidak mau pakai. Apa gunanya jika akan melukai pemain, atau mempengaruhi pertandingan dan sebagainya. Bagaimana kita mau menggunakannya?”
Saifuddin menambahkan, pihaknya memilih Bukit Jalil sebagai kandang, karena bisa memberikan 'teror' kepada setiap lawan. Saat melakoni babak ketiga kualifikasi Piala Asia 2023, Malaysia mencatatkan dua kemenangan dan satu kekalahan, sehingga mereka lolos ke putaran final.
“Kami tidak memungkiri stadion itu stadion nasional. Tapi untuk level internasional, lapangannya harus bagus, sangat bagus,” kata Saifuddin.
