Pelatih Swedia Jan Andersson mengakui kartu merah pada menit ke-99 yang diberikan untuk bek Marcus Danielson dalam kekalahan 2-1 di tangan Ukraina, Rabu (30/6), mungkin merupakan keputusan yang tepat.
Tantangan tinggi Danielson pada Artem Besedin awalnya memicu kartu kuning, namun beberapa saat kemudian, review VAR meningkatkan menjadi pelanggaran yang berbuah akrtu merah.
Danielson mengklaim ia seharusnya tidak diusir dari lapangan karena dirinya melakukan kontak dengan bola dalam percobaan clearance sebelum kejadian lanjutannya. Namun, Andersson mengatakan dia telah berkonsultasi dengan anggota stafnya tentang hal tersebut dan dikatakan kalau itu adil.
"Rekan-rekan saya di tribun memberitahu saya bahwa itu adalah kartu merah," ujar Andersson usai pertandingan.
"Itu adalah wasit yang sangat berpengalaman. Saya belum melihatnya, tapi saya pikir itu mungkin tepat."
"Di babak pertama, kami memiliki peluang tapi mereka berhasil mendapatkan keunggulan. Kami menyamakan kedudukan sebelum babak pertama, dan di babak kedua, kami memiliki empat peluang yang sangat bagus, termasuk membentur tiang dan mistar gawang. Kami merasa kami akhirnya akan mencetak gol, tapi sayangnya, kami tidak melakukan."
Andersson juga menyatakan bahwa Ukraina melakukan "agak diving jelang akhir", yang membuat dia menyuarakan ketidaksenangannya kepada pelatih lawan, Andriy Shevchenko.
Ukraina unggul terlebih dahulu pada menit ke-27 lewat gol Oleksandr Zinchenko, namun jelang berakhirnya babak pertama, Swedia menyamakan kedudukan lewat aksi Emil Forsberg.
Unggul jumlah pemain, Artem Dovbyk akhirnya memastikan kemenangan Ukraina 2-1 di masa injury time babak perpanjangan waktu, untuk membawa timnas bertemu dengan Inggris di perempat-final Euro 2020.
