Francisco Garcia, Atletico Portada AltaGetty/Instagram

Pelatih Spanyol Francisco Garcia Meninggal Usia 21 Tahun Karena Infeksi Virus Corona

Seorang pelatih sepakbola asal Spanyol, Francisco Garcia meninggal dunia pada usia 21 tahun setelah tertular virus corona.

Garcia, yang pernah menjabat sebagai manajer skuad muda klub asal Malaga, Atletico Portada Alta, sejak 2016, merupakan korban kelima dan yang termuda dari virus yang mewabah di Spanyol itu.

Ia meninggal pada hari Minggu (15/3) kemarin setelah hasil tes menyatakannya positif mengidap COVID-19 dan langsung dirawat di Rumah Sakit Regional Malaga.

Selepas kedatangannya di Rumah Sakit tersebut, Garcia kemudian diketahui mengalami leukemia yang membuatnya semakin rentan terhadap virus yang juga memakan banyak korban jiwa di dunia.

Dilaporkan bahwa sang pelatih menjadi orang termuda yang meninggal karena kasus virus corona sampai saat ini, dengan tingkat kematian tertinggi di antara para penderita di atas 70 tahun.

Atletico Portada Alta mengeluarkan pernyataan resmi melalui media sosial setelah kematian Garcia, yang berbunyi: "Kami ingin mengungkapkan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman-teman dan sahabat dari pelatih Francisco Garcia yang telah meninggalkan kita, hari ini."

"Sekarang apa yang kami lakukan tanpa Anda, Francis? Anda selalu berada bersama kami di Portada di mana pun Anda dibutuhkan, membantu kami. Bagaimana kami bisa tetap menempuh perjalanan jauh di liga?

"Kami tidak tahu caranya, tapi kami pasti akan melakukannya untuk Anda. Kami tidak akan melupakan Anda, beristirahatlah dengan tenang, fenomena. Selamanya."

Klub Divisi Seguna atau kasta kedua Spanyol, Malaga juga mengucapkan belasungkawa melalui akun Twitter mereka: "Dari klub, kami ingin menyampaikan kepada Atlético Portada Alta rasa belasungkawa terdalam kami atas meninggalnya salah satu pelatih mereka, Francisco Garcia, serta mengirim pelukan hangat kepada keluarga dan teman-temannya. Bersama-sama, kita harus menghentikan COVID-19."

Sepakbola Spanyol telah dihentikan untuk sementara guna meminimalisir penyebaran virus corona, dengan 9.190 kasus sudah tercatat di negara tersebut hingga saat ini dan angka kematian mencapai 309 jiwa.

Jerman, Italia dan Inggris juga mengikuti protokol yang sama, dengan para pimpinan UEFA akan mengadakan pertemuan darurat, Selasa (17/3) untuk mengevaluasi apakah kampanye musim 2019/20 dilanjutkan atau tidak.

Iklan
0