Pelatih Sevilla Jose Luis Mendilibar optimistis tim besutannya mampu melangkah ke final Liga Europa dengan menghentikan Juventus kala kedua tim saling bentrok, Jumat (19/5) dini hari WIB, dalam pertandingan leg kedua semi-final Liga Europa di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan.
Sevilla mendapatkan modal cukup bagus dari hasil imbang 1-1 pada pertemuan pertama di kandang lawan. Juventus kemungkinan bakal menerapkan serangan balik untuk mematahkan ancaman Sevilla yang bermain di kandang. Media di Spanyol memperkirakan Juventus akan menempatkan lima bek.
Kendati demikian, Mendilibar tidak ingin terpengaruh mengenai anggapan Juventus menerapkan parkir bus. Menurutnya, Sevilla tetap menerapkan permainan yang atraktif untuk meraih kemenangan.
“Pemikiran yang kalian sampaikan jauh berbeda dengan pemikiran saya. Permainan ditentukan berdasarkan penguasaan bola, baik untuk menyerang maupun bertahan. Ada pedoman tertentu dalam setiap laga,” ujar Mendilibar dikutip laman AS.
“Saya tidak ingin membuat para pemain gila dengan memberi tahu mereka apakah Juventus akan bermain dengan empat, lima, atau delapan bek. [Federico] Gatti dan Bremer bisa menjadi pilar penting. Mereka punya peran sentral jika ingin bermain dengan tiga bek.”
Hasil imbang di leg pertama pernah didapatkan Sevilla ketika bertemu Manchester United di perempat-final. Saat itu, Sevilla bermain imbang 2-2 di Old Trafford, dan kemudian menghajar Setan Merah 3-0 pada pertemuan kedua.
Mendilibar mengutarakan, performa anak asuhnya di leg pertama melawan Juventus sudah bagus, dan penampilan mereka di hadapan pendukung bakal jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Kami bermain bagus di pertemuan pertama melawan Juventus, tidak seperti ketika menghadapi United. Tapi hasilnya sama (imbang). Bermain bagus di laga sebelumnya menumbuhkan kepercayaan diri kami untuk melakukan hal yang sama saat bermain di kandang,” ucap Mendilibar.
“Saya tidak tahu apa yang akan mereka (Juventus) lakukan, apakah menunggu atau tidak. Tapi saya hanya berpikir mereka tidak akan membiarkan kami mendapatkan bola. Jika kami bisa membuat mereka kesulitan menguasai bola, kami punya opsi. Jika mereka berharap kami membuat kesalahan, kami akan lebih bersabar.”




