Pelatih Sevilla Jose Luis Mendilibar menegaskan tim besutannya tidak merasa gentar dengan nama besar penggawa Manchester United yang akan mereka hadapi di leg kedua perempat-final Liga Europa, Jumat (21/4) dini hari WIB, di Ramon Pizjuan.
Sevilla dan United bermain imbang 2-2 pada pertandingan leg pertama di Old Trafford. Hasil itu membuat Sevilla sedikit berada di atas angin untuk mendapatkan tiket ke semi-final, mengingat mereka bakal berlaga di hadapan publik.
Sevilla merupakan pemegang rekor sebagai jawara di kompetisi antarklub Eropa kasta kedua ini, karena sudah enam kali tampil menjadi kampiun. Kendati demikian, Mendilibar tidak ingin para pemainnya terlena. Menurut Mendilibar, United merupakan tim yang mempunyai materi lengkap.
Apalagi Sevilla juga kehilangan sejumlah pilar mereka, seperti Joan Jordan, Pape Gueye, dan Tecatico Corona. Jordan masih memulihkan cederanya, sedangkan Gueye dan Corona tidak terdaftar di Liga Europa.
“Ini adalah pertandingan besar, dan Sevilla sudah terbiasa. Tapi saya tidak begitu berpengelaman, berbeda dengan klub dan para pemainnya. Saya harus belajar dari mereka. Kami memiliki pertandingan yang bagus. Ini adalah pertandingan paling besar bagi saya dalam karir pelatih,” tutur Mendilibar dikutip laman Marca.
“Kami mulai dengan masing-masing 50 persen di laga nanti. Anda melihat satu jam pertama di Manchester, dan berpikir tentang apa yang akan terjadi pada Anda. Tapi sedikit demi sedikit sepakbola berubah. Mereka tidak mencetak lebih banyak gol. Golnya adalah gol bunuh diri.”
“Di turnamen ini, Sevilla adalah yang terhebat. Mereka lebih dihormati di luar negeri dibandingkan di dalam. Nama besar pesaing kami tidak menakutkan, kecuali ketika mereka berada di atas lapangan. Kami akan memikirkan diri kami sendiri, dan kemudian memikirkan mereka.”
Manajer United Erik ten Hag menyebutkan mesin gol Marcus Rashford masuk ke dalam skuad untuk pertandingan ini. Kendati demikian, Mendilibar tidak merasa khawatir dengan kemungkinan Rashford dimainkan.
“Rashford adalah salah satu striker terbaik di Eropa, tetapi kami tidak mengubah pemikiran kami hanya karena dia. Kami memikirkan diri kami sendiri, menghormati rival kami. Ketika kami sudah mengetahui susunan pemain, kami dapat memberikan detail lebih lanjut kepada para pemain kami,” beber Mendilibar.




