Pelatih Thailand U-19 Salvador Valero Garcia merasa tim besutannya tidak perlu mendapatkan pengawalan ketat, dan menganggap suporter Indonesia sebagai fans yang ramah.
Publik sepakbola nasional merasa gusar setelah timnas Indonesia U-19 gagal ke semi-final, menyusul hasil imbang 1-1 antara Vietnam dan Thailand dalam pertandingan terakhir Grup A. Timnas U-19 tersingkir, karena kalah head-to-head.
Suporter Indonesia, termasuk petinggi olahraga nasional, menuding Thailand bermain mata dengan Vietnam di laga terakhir. Bahkan PSSI telah mengirim surat resmi ke federasi sepakbola Asia Tenggara (AFF) untuk menginvestigasi pertandingan itu.
Sebelumnya federasi sepakbola Vietnam (VFF) mengungkapkan, pengamanan terhadap tim Golden Star telah ditingkatkan, demi menghindari agresi suporter Indonesia ketika mereka sedang menjalani latihan, Selasa (12/7), maupun pertandingan semi-final melawan Malaysia di Stadion Patriot Chandrabhaga hari ini.
Kendati demikian, Garcia menilai pihaknya tidak memerlukan pengamanan tambahan, karena meyakini suporter Indonesia tak melakukan tindakan negatif. Garcia hanya menyayangkan kegagalan timnas U-19 melangkah ke semi-final.
“Dari sisi kami, kami tidak butuh itu (pengamanan ekstra), karena kami justru menyukai semangat suporter Indonesia. Kami melihat mereka di jalan, di stadion. Mereka bahkan meminta foto bersama kami di manapun itu dan mereka sangat bersahabat. Kami tidak punya masalah dengan keamanan,” beber Garcia.
“Saya selalu suka dengan semangat fans Indonesia, atmosfer di stadion sangat hebat. Sayang sekali mereka tidak bisa lolos ke semi-final, meski semangat bermain mereka sangat tinggi. Sayang sekali.”
Mengenai duel melawan Laos malam ini, Garcia telah mengingatkan anak asuhnya agar tidak memandang remeh calon lawan. Di atas kertas, Thailand diprediksi tidak akan menemui hambatan berarti melawan Laos.
“Tentu Thailand punya sumber daya yang lebih baik. Saya sudah menghadapi Laos U-16 dua kali di 2017 dan 2018. Jika saya membandingkan tim itu dengan sekarang, taktik tim yang sekarang lebih bagus. Pemain punya talenta dan banyak belajar. Laos sedang berkembang saat ini,” tutur Garcia.
“Kalau [jumlah] gol kami dianggap sedikit, pada faktanya sepakbola bukan hanya soal menyerang saja, tapi juga bertahan. Itu yang saya tekankan kepada tim.”
