OLEH DONNY AFRONI & AURELIUS BALAKOSA
Pelatih Persis Solo Widyantoro tak ingin terlena dengan keberhasilan memuncaki klasemen sementara Grup A babak 16 Besar Liga 1 2017 setelah mengalahkan Cilegon United 2-0 di Stadion Manahan, Kamis (28/9) malam WIB.
Hasil itu membuat Persis di atas angin untuk lolos ke delapan besar. Persis kini mengumpulkan nilai tujuh, dan unggul tiga poin dari PSS Sleman yang mengoleksi nilai empat setelah bermain imbang 1-1 melawan PSPS Pekanbaru.
SIMAK JUGA: Pembagian Grup 16 Besar Liga 2 2017
Persis kembali akan menghadapi Cilegon United, Senin (2/10), di Stadion Krakatau Steel. Kemenangan akan membuat satu kaki Persis berada di babak delapan besar. Namun, Widyantoro enggan memikirkan hal itu.
“Kami kembali dipayungi keberuntungan di laga berat. Saya belum memikirkan peluang lolos, saya hanya fokus tim ini, tidak ke tim atau pertandingan lain,” ujar Widyantoro.
SIMAK JUGA: Jelang 16 Besar, Persis Deteksi Kelemahan
“Saat turun minum, saya tekankan untuk meredam emosi, karena kami menguasai sepenuhnya pertandingan, gol tinggal menunggu waktu. Perubahan yang saya lakukan membuahkan hasil. Ini hasil kerja keras seluruh pemain.”
Sementara itu, kekalahan dari Persis membuat Cilegon United menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan nilai tiga. Kondisi ini membuat Cilegon United wajib memenangi duel awal pekan nanti bila tak ingin tersingkir lebih dini.
“Kami memang tidak dibebankan target, tapi saya tekankan kepada pemain untuk maksimal di pertandingan sisa. Kami akan menerapkan strategi berbeda dari hari ini [Kamis malam] saat menjamu Persis. Kami juga sudah diperkuat Rinto Ali yang tadi absen,” jelas pelatih Imam Riyadi.
SIMAK JUGA: Persis Lolos Ke 16 Besar Liga 2
Imam menambahkan, ia akan memperbaiki psikologis pemain agar mereka tampil maksimal. Menurut Imam, kekalahan dari Persis tak lepas dari emosi pemain yang meledak ketika wasit mengesahkan gol Irkham Zahrul, karena menganggap penggawa Persis itu lebih dulu berada dalam posisi off-side.
“Kami sudah dua kali diperlakukan seperti ini di laga away. Secara permainan saya akui kalah, dan Persis tidak perlu dibantu wasit, karena mereka tim kuat. Pemain harus lebih mengontrol emosi di pertandingan nanti,” imbuh Imam. (gk-18)

