Pelatih Abdullah Almutairi akhirnya buka suara terkait penilaian publik sepakbola Nepal terhadap dirinya, serta situasi yang dihadapi tim nasional menjelang pertandingan Grup A babak ketiga kualifikasi Piala Asia 2023.
Nepal akan bersaing dengan Indonesia, tuan rumah Kuwait, dan Yordania untuk memperebutkan tiket tersisa ke putaran final pada tahun depan. Pertandingan kualifikasi Piala Asia 2023 dimulai pada 8 hingga 14 Juni.
Namun Nepal berada dalam situasi tidak kondusif akibat perseteruan dengan 11 pemain senior. Situasi itu membuat media di Nepal menyebutkan tim nasional kini terdiri dari kubu Almutairi dan tim Rohit Chand.
Di lain sisi, tidak sedikit publik Nepal yang memberikan dukungan kepada tim Rohit. Bahkan mereka memberikan penilaian buruk terhadap pelatih asal Kuwait tersebut, karena dianggap telah menciptakan perpecahan di dalam tim.
“Banyak orang yang menyebut saya sebagai diktator, saya seperti Hitler, saya seperti Saddam Hussein. Tapi jika semua orang mengikuti aturan, tidak akan ada masalah. Semua kontroversi yang muncul membuat situasi makin memburuk,” ungkap Almutairi dikutip laman Ekantipur.
Kendati mendapat cibiran dari publik Nepal, Almutairi tidak mau terganggu dengan pemberontakan yang dilakukan pemain senior, termasuk rekomendasi satuan tugas (Satgas) yang dibentuk federasi sepakbola Nepal (ANFA) untuk mencari fakta penyebab terjadinya perselisihan. Menurutnya, ia hanya berusaha memberikan yang terbaik bagi Nepal.
“Sepakbola tidak artinya tanpa kedisiplinan. Peraturan itu diterapkan untuk seluruh pemain, termasuk pelatih. Kontrak saya masih berlaku hingga Desember 2024. Jika ANFA memecat saya, saya menghormati keputusan itu, dan pulang kampung,” tegas Almutairi.
“Saya tidak pernah memberikan penilaian buruk kepada pemain. Maksud saya adalah, setiap pemain di tim nasional Nepal adalah raja, dan saya hanya pelayan mereka. Tugas saya adalah melayani pemain.”
Terkait rangkaian pertandingan di Grup A, Almutairi mengaku Nepal akan menjalani pertandingan yang berat. Pelatih berusia 40 tahun ini lebih senang jika Nepal bertemu Indonesia terlebih dulu dibandingkan Yordania yang menjadi lawan pertama mereka pada 8 Juni. Duel melawan Indonesia menjadi laga terakhir Nepal.
“Ketiga tim itu menjadi lawan yang berat buat Nepal. Tapi saya sebetulnya lebih suka jika bertemu Indonesia terlebih dulu, lalu Yordania. Namun kami akan menghadapi tim dengan peringkat tinggi di laga perdana,” ucap Almutairi.
