Pelatih Kuwait Vitezslav Lavicka menilai Indonesia bukan tim yang mudah dihadapi ketika mereka saling bentrok, Rabu (8/6) malam WIB, pada pertandingan perdana Grup A babak ketiga kualifikasi Piala Asia 2023 di Stadion Internasional Jaber Al-Ahmad.
Lavicka mengatakan, ia telah mempelajari permainan Indonesia dari beberapa rekaman pertandingan yang dilakoni tim Merah Putih. Sedikit banyak Lavicka sudah mendapat gambaran tentang gaya bermain calon lawannya tersebut.
“Saya sudah menganalisa tim itu. Mereka mempunyai pemain yang kuat, dan mempunyai kualitas untuk lolos dari babak kualifikasi. Indonesia bermain sangat efisien,” ujar Lavicka dalam keterangannya kepada wartawan dikutip laman Al-Jarida.
Hanya saja, kondisi penyerang Kazma yang merupakan topskor liga domestik, Shabib Al Khaldi, masih diragukan akibat mendapat cedera pergelangan kaki ketika beruji coba melawan Singapura.
Kendati demikian, Lavicka optimistis anak asuhnya bisa mengatasi perlawanan Indonesia. Apalagi pemain dalam kondisi siap tempur. Gelandang Talal Al Fadhel yang sempat cedera ketika menjalani pemusatan latihan (TC) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, beberapa waktu lalu sudah ikut berlatih bersama tim.
Lavicka mengatakan, penggawa Kuwait sudah cukup lama bersama-sama sejak mereka melakoni TC di Malta pada Maret lalu. Walau menganggap babak ketiga kualifikasi sebagai tantangan besar bagi tim besutannya, Lavicka meyakini mereka bisa lolos ke putaran final.
“Saya membutuhkan waktu cukup lama dalam memilih pemain, jadi saya yakin dengan skuad yang sekarang, terutama hadirnya beberapa pemain berpengalaman. Mereka dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan tim. Mereka juga diperlukan untuk memotivasi pemain lainnya,” jelas Lavicka.
“Saya mengucapan terima kasih kepada tim medis, karena semua pemain sekarang berada dalam kondisi yang bagus untuk bertanding.”
“Kami menaruh respect kepada semua lawan [yang ada di Grup A], karena mereka juga mempunyai peluang lolos, terlepas dari posisi mereka [di peringkat FIFA]. Saya yakin kami akan mendapatkan tiket ke putaran final untuk memberikan kegembiraan kepada masyarakat Kuwait.”
