Timnas Suriah U-20AFC

Pelatih Khawatirkan Menit Bermain Penggawa Suriah U-20 Di Klub

Pelatih Suriah U-20 Mark Wotte mengaku harus bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan anak asuhnya, mengingat mereka tidak mendapatkan banyak menit bermain di klub masing-masing.

Berdasarkan hasil undian, Suriah akan bersaing dengan tuan rumah Uzbekistan, Indonesia, dan Irak di Grup A. Putaran final Piala Asia U-20 dijadwalkan bergulir mulai 1 hingga 18 Maret.

Uzbekistan menjadi lawan pertama Suriah yang digelar di Stadion Budnyokor, Tashkent, pada 1 Maret. Selang tiga hari kemudian, mereka meladeni Indonesia di Stadion Lokomotiv, dan di laga pamungkas pada 7 Maret menghadapi Irak di tempat yang sama.

Wotte menilai hasil undian cukup menarik bagi tim besutannya. Juru taktik asal Belanda ini menempatkan Uzbekistan sebagai tim favorit untuk lolos dari fase grup.

“Kami berhasil mencapai putaran final untuk pertama kalinya setelah 12 tahun. Kami akan bermain melawan tim tuan rumah yang merupakan favorit untuk mmenjadi juara, Uzbekistan,” ucap Wotte.

“Lalu ada Indonesia yang lolos ke putaran final dengan menjadi juara Grup F, dan Iran yang menempati peringkat dua Grup H.”

Wotte mengakui persaingan memperebutkan tempat di babak berikutnya tidak mudah. Apalagi banyak pemain Suriah U-20 yang tak mendapatkan menit bermain mumpuni bersama klubnya masing-masing.

Bagi Wotte, ini menjadi permasalahan yang harus mereka selesaikan bersama federasi sepakbola Suriah (SFA). Namun ia juga menganggap putaran final Piala Asia U-20 akan memberikan manfaat buat anak asuhnya.

“Kami harus mempersiapkan diri dengan sangat baik, mengingat sebagian besar pemain menghadapi kesulitan untuk mendapatkan menit bermain di klub mereka,” ucap Wotte yang juga diserahi tugas untuk menangani Suriah U-23.

“Saya akan duduk bersama asisten saya, Maan Al-Rashed, dan jajaran pelatih lainnya. Begitu juga dengan federasi sepakbola Suriah agar bisa merancang persiapan yang bagus dan kuat untuk putaran final.”

Iklan
0