Pelatih Johor Darul Takzim Esteban Solari mengungkapkan alasannya tidak memainkan kapten tim Jordi Amat ketika melakoni pertandingan penentuan melawan PDRM yang dimenangi dengan skor 4-0, Rabu (27/9) malam WIB.
Kebijakan Solari tidak memainkan Amat merupakan yang kedua kalinya secara beruntun. Pada pertandingan leg kedua Piala Malaysia 2-0, nama Amat juga tak masuk ke dalam skuad saat mengalahkan Negeri Sembilan 4-1.
Solari mengungkapkan, ia mempunyai pertimbangan tersendiri tidak memainkan Amat di dua pertandingan tersebut. Menurut Solari, pemain naturalisasi Indonesia ini sedang mempunyai masalah di bagian bahu.
“Jordi punya sedikit masalah di bagian bahunya. Kami memilih untuk melakukan perawatan untuk dia. Cedera ini bisa bermasalah jika dia menggerakkan bahunya, atau terkena tendangan, sehingga dia perlu waktu untuk memulihkan cederanya,” ungkap Solari melalui kanal YouTube Harimau Malaya.
“Jadi kami pikir, kami punya beberapa pemain yang bisa menutupi ketidakhadiran dirinya, dan itu menjadi keuntungan kami.”
Pelatih asal Argentina ini memperkirakan Amat sudah bisa dimainkkan saat JDT menjalani pertandingan fase grup Liga Champions Asia (LCA) pada pekan depan. JDT dijadwalkan melakoni laga tandang melawan klub Thailand BG Pathum United, Selasa (3/10), pada matchday kedua Grup I
“Kami pikir dia akan bisa menjalani pertandingan LCA tanpa ada masalah apapun. Kami mengutamakan untuk menjaga kondisinya dulu, dan kemudian memainkan dia. Tapi saya yakin dia akan baik-baik saja,” jelas Solari.
Sementara itu, keberhasilan menjadi jawara MSL 2023 menjadi yang kesepuluh kalinya secara beruntun bagi JDT. Sejak awal musim, JDT tampil dominan tanpa tersentuh kekalahan. Mereka pun sering mencetak kemenangan dengan skor besar.
“Ini adalah hari (Rabu) paling berarti bagi JDT karena tampil sebagai juara untuk kesepuluh kalinya berturut-turut,” ujar Solari.
“Kami tidak hanya menaklukan liga, tetapi memberikan performa terbaik sejak hari pertama, memenangkan 21 pertandingan, dan tidak pernah kalah, mencetak 86 gol dan kebobolan hanya tujuh kali. Ini sangat menggembirakan. Semua ini merupakan hasil kerja keras setiap pemain yang cukup profesional.”
