Pelatih Johor Darul Takzim (JDT) Hector Bidoglio menyatakan calon pemain naturalisasi Indonesia Jordi Amat masih berusaha meningkatkan kebugarannya menjelang pertandingan babak 16 Besar Liga Champions Asia (LCA) 2022, Jumat (19/8), melawan Urawa Reds di Stadion Saitama 2002.
Amat memang belum pernah dimainkan sejak bergabung dengan JDT pada akhir Juni lalu. Pemain kelahiran Spanyol ini masih terbentur paspor, karena belum dinaturalisasi pemerintah Indonesia.
Selama berada di JDT, Amat hanya mengikuti latihan tim. Satu-satunya kesempatan membela JDT untuk saat ini adalah di LCA. Hanya saja, Amat harus bersaing dengan pemain lain yang berstatus non-Asia.




Meski Leandro Velazquez harus absen karena akumulasi kartu kuning, masih ada satu lagi pemain asing non-Asia, yakni gelandang asal Mali, Moussa Sidibe.
“Kami telah menyesuaikan diri di Jepang, dan melakukan yang terbaik untuk mempersiapkan tim menghadapi babak 16 Besar Liga Champions AFC melawan Urawa Reds besok,” ujar Bidoglio dilansir akun Facebook resmi klub.
“Leandro Velazquez diskors untuk pertandingan ini, dan kami perlu membuat beberapa perubahan di lini tengah. Natxo Insa telah kembali berlatih, tetapi tidak bermain selama hampir sebulan. Sementara Jordi Amat meningkatkan kebugarannya.”
Babak 16 Besar menjadi pengalaman perdana bagi JDT bertanding di fase knock-out LCA. Sebaliknya, Urawa tidak hanya pernah menjadi juara LCA dua kali, tetapi juga peserta reguler di fase gugur.
Kendati demikian, Bidoglio tidak merasa gentar. Keberhasilan mengatasi sejumlah tim asal Asia Timur, seperti Kawasaki Frontale, Ulsan Hyundai dan Guangzhou untuk mengangkangi Grup I membuat rasa percaya diri pemain meningkat.
“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Tetapi kami akan menghadapi pertandingan dengan tekad untuk menunjukkan yang terbaik. Kami telah menekankan kepada para pemain pentingnya pertandingan ini, dan harus tetap fokus,” kata Bidoglio dikutip laman konfederasi sepakbola Asia (AFC).
“Para pemain memiliki mentalitas yang fantastis. Mereka tahu kemampuan mereka, dan kami bisa meladeni Urawa. Urawa adalah tim yang sangat bagus, suka memainkan bola-bola pendek dan menekan. Kunci utamanya adalah penguasaan bola. Jika bisa melakukan ini, akan lebih mudah buat kami.”
