Pelatih Jeonnam Dragons Lee Jang-kwan mengaku terpaksa menempatkan penggawa timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Bahar sebagai pemain sayap ketika menghadapi FC Anyang 1-0 di Stadion Gwangyang Football, Rabu (1/3) siang WIB.
Dalam pertandingan itu, Asnawi yang menjalani laga perdananya bersama Jeonnam mendapatkan hasil mengecewakan, dan dimainkan hingga laga usai. Namun Jeonnam dipaksa menelan kekalahan 1-0 dari tamunya melalui gol Jonathan Alonso di injury time.
Pada masa persiapan tim, Jang-kwan menyebutkan akan mengembalikan Asnawi sebagai bek sayap, karena sang pemain dianggap tampil lebih baik di posisi tersebut. Namun situasi memaksa Jang-kwan mengubah peran Asnawi.
“Kim Soo-beom seharusnya bermain di posisi itu, tapi dia sedang diistirahatkan karena cedera. Namun Asnawi melakukannya dengan baik hari ini. Dia bersaing memperebutkan posisi itu,” ucap Jang-kwan dikutip laman Best Eleven.
“Saya meminta Asnawi untuk bermain lebih agresif. Dia sangat menikmati perannya itu. Untuk mobilitas dia, saya melihat sisi positifnya. Selama latihan, dia juga mempersiapkan diri dengan keras. Dia akan melakukannya dengan baik di sana.”
Kendati mengaku kecewa dengan kekalahan di laga pembuka, Jang-kwan menganggap seluruh pemain asing tampil cukup baik. Hanya saja, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah buat Jang-kwan.
“Valdivia cukup bagus di bagian penyerangan. Namun, dia kecewa dengan aspek organisasi. Untuk menyelamatkan Valdivia, kita membutuhkan pergerakan bagus seorang striker,” beber Jang-kwan.
“Robin Simovic bekerja keras, bahkan ketika dia dalam kondisi yang sangat buruk. Dia menyesali situasi yang memaksanya ditarik keluar [pada menit ke-81]. Simovic ada rasa menyesal, karena kebobolan di posisi yang seharusnya dia tanggung.”
“Terlepas dari itu, saya pikir pemain asing telah membuat bagian di mana mereka dapat beradaptasi dengan tim lebih cepat. Saya ingin atmosfer kekalahan ini dilupakan.”
