Pelatih Hai Phong FC Chu Dinh Nghiem lebih memberikan respect kepada klub Malaysia Sabah FC yang dianggap mengandalkan pemain lokal dibandingkan PSM Makassar.
Penilaian itu diberikan Dinh Nghiem setelah ia bersama staf pelatih melakukan analisa terhadap kekuatan calon lawan mereka di Grup H Piala AFC 2023/24, yakni PSM, Sabah, dan klub Singapura Hougang United. Hai Phong terlebih dahulu menghadapi PSM di Stadion Lach Tray, Kamis (21/9) malam WIB.
“PSM Makassar juara bertahan Liga Indonesia. Pada pertandingan terakhirnya 15 September, mereka meraih kemenangan 2-0 (lawan Barito Putera) dengan tujuh pemain asing di dalam skuad dan pemain naturalisasi. Kami sudah mempunyai solusi untuk menghadapi gaya permainan mereka,” tutur Dinh Nghiem dikutip laman The Thao & Van Hoa.
“Di antara lawan Hai Phong di Grup H, saya memberikan apresiasi kepada tim dari Malaysia (Sabah) yang lebih berinvestasi kepada pemain lokal.”
Dinh Nghiem menambahkan, Hai Phong akan kehilangan sejumlah pilar akibat cederanya beberapa pemain setelah melakoni pertandingan bersama tim nasional di jeda internasional pekan kemarin.
“Ini menjadi kerugian besar buat Hai Phong, karena beberapa pemain cedera setelah jeda internasional, dan tidak bisa dimainkan besok. Jajaran pelatih juga kesulitan untuk menyatukan skuad dalam waktu yang singkat,” keluh Dinh Nghiem.
“Namun kami sudah merencanakan para penggantinya. Mereka sudah tidak sabar untuk menghadapi laga besok di kandang.”
Sementara legiun asing Hai Phong, Joseph Mpande, menyatakan ia dan rekan-rekannya optimistis meraih hasil positif. Pemain bernomor punggung 7 ini mengaku tidak tahu dengan kekuatan PSM.
“Walau saya tidak terlalu banyak tahu tentang PSM, lawan dari Indonesia itu mempunyai pengalaman berkompetisi di Piala AFC dari keikutsertaan mereka sebelumnya. Tetapi kami bertekad mendapatkan hasil bagus,” tegas Mpande.
