Kendry PaezGetty Images

Pelatih Ekuador Nilai 'Wonderkid' Chelsea Bukan Untuk Level U-17

Pelatih Ekuador U-17 Diego Martinez mengungkap alasannya tidak memasukkan nama wonderkid Chelsea Kendry Paez ke dalam tim yang diboyong untuk Piala Dunia U-17 di Indonesia pada bulan depan.

Martinez mengungkapkan, Paez merupakan sosok pemain muda yang layak membela tim senior dibandingkan kelompok umur lainnya. Paez pun sudah membicarakan hal ini dengan pelatih Ekuador senior, Felix Sanchez Bas.

Apalagi agenda pertandingan antara tim U-17 dan senior sangat berdekatan. Laga fase grup Piala Dunia U-17 digelar pada 10 hingga 16 November. Sedangkan tim senior menghadapi tuan rumah Venezuela pada 16 November di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan, dan lima hari kemudian menjamu Chile.

“Saya berbicara dengan dia (Paez), dan memberi tahu keputusannya. Dia menerimanya. Dia sebetulnya ingin bermain di semua turnamen, tapi itu tidak mungkin,” ungkap Martínez kepada radio la Red dikutip laman ESPN Deportes.

“Dia sudah menjadi pemain timnas senior. Saya berbicara dengan Felix Sanchez Bas yang sangat terbuka terhadap keputusan kami.”

Keputusan tidak memasukkan nama Paez disebabkan Martinez menganggap 21 pemain yang dipanggil untuk Piala Dunia U-17 sudah mumpuni. Sejumlah pemain juga bisa menempati beberapa posisi berbeda.

“Kami memanggil tiga kiper dan 18 pemain lapangan. Kami menganalisis semuanya. Kami melihat mereka multifungsi, dan bisa bermain di dua atau tiga posisi,” jelas Martinez.

Di lain sisi, Paez tidak kecewa tak ambil bagian di Piala Dunia U-17. Pemain berusia 16 tahun ini menyatakan, rekan-rekannya di tim U-17 bisa memberikan hasil bagus di turnamen dua tahunan tersebut.

“Mereka akan selalu mendapat dukungan dari saya. Ini merupakan tim yang spektakuler. Ini adalah tim yang bisa memberikan banyak di sana (Indonesia),” kata Paez dalam video yang dirilis federasi sepakbola Ekuador (FEF).

Paez sedang menunjukkan sinarnya setelah diikat Chelsea dengan nilai £17 Juta. Paez mengukir sejarah sebagai pemain termuda dalam sejarah yang mampu mencetak gol di Kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL ketika menjebol gawang Bolivia di usia 16 tahun 161 hari, Jumat (13/10).

Iklan
0