Pelatih Brunei Darussalam Mario Rivera mengaku tidak beruntung melawan timnas Indonesia pada babak pertama kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia menilai skuad Garuda memiliki kekuatan yang tak sebanding dengan anak asuhnya.
Brunei terlebih dahulu memainkan laga tandang melawan timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (12/10). Lima hari kemudian giliran mereka menjamu armada Merah Putih di Stadion Hassanal Bolkiah.
Di atas kertas timnas Indonesia sangat diunggulkan meraih kemenangan. Situasi tersebut karena melihat rekor pertemuan terakhir pada Piala AFF 2022 saat itu Brunei dihajar 7-0.
Selain itu peringkat FIFA kedua negara juga terpaut jauh. Timnas Indonesia menduduki posisi 147, sementara Brunei berada di urutan 191 dunia.
“Kami tidak beruntung karena dalam undian kami akan bermain melawan negara terkuat yang bisa kami lawan,” kata Rivera dalam jumpa pers jelang laga, Rabu (11/10).
“Saya pikir sepakbola di Asia Tenggara makin membaik, saya tahu ada beberapa negara yang melakukannya dengan baik, seperti Thailand, Vietnam, Indonesia, Kamboja, dan dalam 10 tahun terakhir mereka mengalami banyak kemajuan,” Rivera menambahkan.
Walau begitu, Rivera menegaskan tidak mau menyerah begitu saja. Ia memastikan seluruh pemain Brunei berjuang keras dalam pertandingan melawan timnas Indonesia.
“Jika Anda ingin menjadi lebih baik, Anda harus bermain melawan negara-negara yang lebih baik, tim yang lebih baik, dan bagi kami ini adalah kesempatan bagus untuk mencoba mencapai level yang kami perlukan dan berkembang selangkah demi selangkah,” ucapnya.
