Pelatih Ansan Greeners Tak Mau 'Diserang' Fans Dari Indonesia

안산 아스나위 영입
안산 그리너스
Kim Gil-sik membuka peluang untuk memainkan Asnawi Mangkualam pada laga K League 2, secepat mungkin.

Asnawi Mangkualam sudah mulai menjalani aktivitas dengan skuad Ansan Greeners, setelah melewati masa karantina setibanya dari Indonesia. Meski, beberapa waktu lalu, eks PSM Makassar itu harus kembali dikarantina.

Jelang laga pekan pembuka K League 2, pelatih Ansan Greeners, Kim Gil-sik, membuka peluang untuk memainkan Asnawi Mangkualam secepatnya. Hal tersebut dipaparkan Kim pada sesi wawancara virtual upacara pembukaan K League 2.

Bagi Kim, Asnawi merupakan pemain yang harus dimaksimalkan. Ia melihat ada risiko jika Asnawi -- yang berasal dari Indonesia -- hanya dijadikan penghias tim, tanpa dimanfaatkan oleh klub berjuluk Green Wolf tersebut.

"Kami merekrut Asnawi untuk mengisi kuota pemain dari Asia Tenggara. Kami ingin membantu si pemain sebisa mungkin untuk beradaptasi, agar dia bisa turun ke lapangan," ungkap Kim dalam wawancara, yang dikutip Chosun.

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners

Gimcheon Sangju Sangmu bakal menjadi lawan perdana Ansan Greeners, pertandingan dilaksanakan 27 Februari nanti, di Stadion Ansan Wa, markas dari Ansan Greeners. Kubu lawan arahan Kim Tae-wan perlu diwaspadai.

Peluang untuk melihat Asnawi pada partai tersebut sepertinya nol, karena masih dalam masa karantina. "Sangmu arahan Kim punya skuad yang sangat bagus. Anda harus mempersiapkan apa yang Anda bisa [sebaik mungkin]," papar Kim.

Kehadiran Asnawi sebagai pemain Indonesia pertama di kompetisi Korea Selatan memang memberikan impak nyata bagi Ansan Greeners. Asnawi mendongkrak pamor klub di media sosial, karena warganet menyerbu akun resmi dari Ansan Greeners seiring bergabungnya Asnawi.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Kim sadar akan hal tersebut, sehingga dirinya tidak mau ambil risiko dengan hanya membuat Asnawi sebagai 'hiasan' klub. "Akan sangat banyak fans dari Indonesia yang akan menghina saya jika saya tidak memaksimalkan dia," ucap Kim sambil tertawa.

"Saya menantikan hal tersebut [memainkan Asnawi] sebagai seorang pelatih. Mobilitas dan determinasi dari dia sebaik pemain Korea Selatan. Saya ingin membantunya beradaptasi dengan baik," tutup Kim, 42 tahun.

Secara komersial, Asnawi memang memberi dampak nyata untuk Anasan Greeners dan pamor K League 2 itu sendiri. Sampai-sampai, situasi tersebut dimanfaatkan oleh pemegang hak siar untuk memberikan layanan siaran berbayar pada laga Ansan Greeners.

Tutup