757 Kepri Jaya harus mengakui keunggulan Persija Jakarta pada babak 32 Piala Indonesia. Klub Liga 3 tersebut takluk dengan skor telak 8-2 di Stadion Patriot Cadrabhaga, Bekasi, Rabu (23/1).
Kekalahan dengan skor mencolok tersebut membuat kans 757 Kepri lolos ke babak berikutnya tertutup. Lantaran, pada leg kedua yang digelar 31 Januari 2019, mereka harus menang minimal enam gol tanpa balas.
"Pertandingan yang berat, tapi penuh dengan makna. Kami selesaikan dengan maksimal. Kami akan selesaikan peryandingan terakhir dengan maksimal, apapun hasilnya nanti," kata pelatih 757 Kepri Regi Aditya usai laga.
Lebih lanjut, Regi menyebutkan sama sekali tidak menduga timnya bisa kalah dengan skor yang besar. Namun, ia menyadari perbedaan kualitas 757 Kepri dengan Persija terlalu jauh.
"Terus terang 8 gol di luar prediksi kami. Babak pertama tidak sesuai dengan game plan kami. Babak kedua kita coba perbaiki, melakukan sesuai skema. Tapi, tidak bisa dipungkuri fisik kami tertinggal," ucapnya.
Sementara itu, pemain 757 Kepri Muhammad Ridho menyebut dapat pelajaran berarti dari pertandingan tersebut. Ia pun berharap timnya bisa bermain lebih baik pada leg kedua.
"Laga ini sangat berkesan. Kami bermain senang, sangat lepas melawan idola kami. Semoga kami bisa main lebih baik lagi di batam, kami akan kerja keras lagi," ucapnya.
a
Goal Indonesia

