OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Sesaat setelah Italia gagal ke Piala Dunia untuk kali pertama dalam 60 tahun terakhir, Daniele De Rossi mendapat begitu banyak kredit atas sikap kesatrianya.
Setidaknya ada dua insiden yang jadi alasan. Pertama ketika kapten AS Roma itu menolak dimasukkan di tengah laga leg kedua kontra Swedia alih-alih Lorenzo Insigne, lantaran Italia butuh kemenangan. Kedua tatkala mendatangi bus Timnas Swedia untuk meminta maaf atas perlakuan provokatif suporternya dan mengucapkan selamat.
Publik sepakbola dunia begitu ramai dan membanjiri De Rossi dengan sanjungan atas kebesarannya. Namun tak sampai dua pekan berselang, pemain 34 tahun itu justru menjatuhkan kredibilitasnya sebagai olahragawan yang sportif.
Getty ImagesDalam duel kontra Genoa, Minggu (26/11), De Rossi lakukan pelanggaran yang amat konyol dengan menampar wajah bomber lawan, Gianluca Lapadula, di kotak penalti Roma tanpa tendensi apapun. Wasit pemimpin laga sempat tak melihat, tapi karena bantuan VAR pemain yang biasa dipanggil "Lele" ini sontak langsung mendapat kartu merah.
Pelanggaran terjadi di menit ke-69 di mana Roma sedang unggul 1-0 hingga pada akhirnyaharus menyudahi duel seimbang 1-1 lantaran penalti tersebut. De Rossi pun langsung meminta maaf atas tindakan konyolnya.
Namun komisi disiplin Serie A Italia bukan berarti melunak atas permintaan maaf De Rossi. Rabu (29/11), mereka resmi menjatuhkan hukuman pada pemenang Piala Dunia 2006 itu, lewat skorsing sebanyak dua partai kedepan.
Artinya De Rossi takkan memimpin Roma kala menjamu SPAL 2013 akhir pekan ini dan bertandang ke markas Chievo Verona sepekan berselang. Il Giallorssi yang mengakui kekhilafan kaptennya pun tak berencana mengajukan banding.





