Dalam garis waktu alternatif, Jesse Lingard bisa saja membela West Ham United dan menghadapi bekas klubnya, Manchester United pada Minggu (19/9) kemarin.
Masa pinjaman Lingard di London Stadium menjadi salah satu cerita musim lalu, pemain internasional Inggris itu mencetak sembilan gol dalam 16 pertandingan hingga membawanya masuk ke skuad Inggris jelang Euro 2020.
Kebangkitan itu, ditambah dengan kedatangan Jadon Sancho di Old Trafford pada awal musim panas, membuat banyak orang percaya bahwa waktu Lingard di klub masa kecilnya akan berakhir sebelum jendela transfer ditutup.
Namun, di sanalah ia, yang mendapat cemoohan dari fans West Ham, merayakan golnya yang luar biasa pada menit ke-89 di hadapan suporter United setelah membawa timnya unggul pada menit-menit akhir dalam pertandingan krusial bagi perjalanan tim ke puncak klasemen.
Itu adalah bukti ketangguhan Lingard, bahwa dirinya mampu bangkit seperti yang ia lakukan selama sembilan bulan terakhir setelah 2020, di mana ia hanya bermain selama 64 menit di Liga Primer.
Ketahanan itu semakin terlihat saat melawan West Ham, dengan pemain berusia 28 tahun itu bangkit dari blundernya pada menit akhir yang berbuah gol kemenangan bagi Young Boys di Liga Champions pekan lalu.
"Saya telah bekerja keras untuk mengatasinya minggu lalu, itu tidak mudah, tetapi untuk mendapatkan beberapa menit hari ini dan mencetak gol sukar dipercaya," kata Lingard kepada Sky Sports usai pertandingan.
"Saya bersenang-senang di West Ham, tetapi saya harus menatap ke depan bersama Manchester United dan akan melakukan yang terbaik demi Manchester United."
Jadi Lingard terus menatap ke depan, jadi seperti apa masa depannya?
GettyOle Gunnar Solskjaer menjelaskan saat pramusim bahwa ia ingin mempertahankan Lingard, dan ia telah menepati janjinya dengan membuat sang gelandang serang lebih sering bermain di awal musim ini.
Lingard sendiri telah menunjukkan beberapa performa yang menjanjikan selama berlatih demi merebut perhatian sang manajer asal Norwegia dan tidak mengecewakannya ketika diberi kesempatan tampil.
Ia menolak tawaran kontrak baru, dengan kontraknya saat ini telah memasuki tahun terakhir. Sementara kedatangan Cristiano Ronaldo juga semakin mengancam keberadaannya di klub yang berarti menit bermainnya akan semakin terbatas.
Masih ada peran baginya jika mampu mempertahankan performanya sebagai pengubah permainan dari bangku cadangan, namun dengan Piala Dunia 2022 yang akan datang, masih harus dievaluasi kembali oleh Lingard apakah ia bisa mendapatkan menit bermain yang cukup baginya di United untuk mendapat panggilan ke skuad Inggris.
Jika ia membutuhkan inspirasi tentang bagaimana bisa menjadi starter reguler di luar laga-laga penting atau melawan klub-klub yang lebih lemah, maka ia bisa mencontoh rekan yang menjadi pahlawan menit akhir kemenangan United atas West Ham, David de Gea.
Getty/GoalGemilangnya Dean Henderson selama kampanye 2020/21 membuat De Gea kehilangan tempatnya di tim inti pilihan Solskjaer selama beberapa bulan terakhir musim tersebut, dan ketika ia gagal menyelamatkan salah satu dari 11 penalti Villarreal dalam adu penalti di final Liga Europa musim lalu yang berujung kekalahan, momen buruknya itu mungkin bisa dilupakan berkat kinerja apiknya pada akhir pekan kemarin.
Bisa dimengerti bahwa Solskjaer belum membuat keputusan tentang siapa yang akan menjadi penjaga gawang No.1 ketika ia memulai pramusim, karena Henderson dipastikan tidak akan bisa tampil pada awal musim ini karena efek penyembuhan usai tertular COVID-19.
Penjaga gawang Inggris itu telah pulih dan mulai beraksi bersama tim United U-23 dalam beberapa pekan terakhir sebagai upaya kembali menemukan kebugaran fisiknya, namun kembali ke skuad utama atau tidak akan sangat bergantung pada performa De Gea.
Aksi De Gea menyelamatkan penalti gelandang West Ham, Mark Noble pada detik-detik akhir laga adalah yang pertama dilakukannya sejak April 2016, dengan 40 tendangan penalti berturut-turut (termasuk dalam adu penalti) sesudahnya selalu tidak mampu dibendungnya.
"Saya percaya pada David dan saya telah melihatnya," kata Solskjaer. "Ia sosok yang berbeda."
"Ia meminta untuk kembali lebih awal demi menjalani pramusim, ia ingin menunjukkan betapa bagus dirinya. Ia sangat fokus untuk kami dan menyelamatkan dua poin bagi kami hari ini."
Bahwa Solskjaer dapat mengandalkan dua pahlawan yang tidak terduga untuk menghindarkan timnya dari hasil negatif tentunya sangat menggembirakan, terutama ketika United tidak bisa terus-menerus bergantung pada nama-nama besar seperti Bruno Fernandes, Paul Pogba dan - tentu saja - Ronaldo sejauh musim ini.
Terlapas dari pro dan kontra mengenai keputusan taktisnya, idak diragukan lagi ada semangat kebersamaan yang dapat dipupuk oleh Solskjaer di skuad United selama masa kepemimpinannya dan para peragu kini mulai memperhitungkan kapasitas sang juru taktik Norwegia dalam tangga juara.
Masih ada alternatif pemain yang lebih muda bagi Lingard dan De Gea di skuad United, namun keduanya saat ini menikmati hasil dari ketekunan mereka dan membuktikan kualitas mereka.
Itu bukan berarti mereka pasti memiliki masa depan jangka panjang di klub, tapi setelah aksi heroik mereka pada akhir pekan lalu, Solskjaer setidaknya bisa sedikit lega dengan meratanya kualitas para pemain yang tersedia.


