Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

President Trump Meets With White House Task Force On FIFA World CupGetty Images News

Diterjemahkan oleh

PBB mengkritik kebijakan Trump terkait Piala Dunia 2026

Persiapan Piala Dunia 2026 memicu perdebatan luas seputar kebijakan imigrasi Amerika Serikat, setelah serangkaian insiden yang memicu tuduhan stereotip rasial dan diskriminasi, yang mendorong Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) untuk mendesak Washington agar melakukan tinjauan menyeluruh terhadap kebijakan-kebijakan tersebut.

Volker Türk, Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia, pada hari Rabu ini menyerukan "peninjauan menyeluruh terhadap kebijakan imigrasi, terutama di Amerika Serikat", sambil memperingatkan dampak negatifnya terhadap turnamen internasional yang diselenggarakan oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Turk mengatakan, dalam konferensi pers di markas Komisi di Jenewa yang dilaporkan oleh kantor berita "Associated Press" Amerika: "Kami telah menyaksikan beberapa kejadian ini," merujuk pada insiden yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, sambil menambahkan: "Saya berharap isu-isu diskriminasi rasial, pengawasan, dan penegakan hukum imigrasi tidak memengaruhi Piala Dunia ini dengan cara yang telah terjadi."

Di antara insiden yang paling mengkhawatirkan adalah pemindahan tim nasional Iran dari kamp pelatihan di Arizona ke Meksiko, serta penolakan pemberian visa masuk bagi beberapa pejabat Iran. Seorang wasit Afrika terkemuka, yang berasal dari Somalia, juga dilarang masuk ke Kota Miami, selain beredarnya foto-foto yang menunjukkan pemeriksaan keamanan terhadap seorang pemain Senegal di landasan bandara.

Amerika Serikat menjadi tuan rumah sebagian besar pertandingan turnamen yang melibatkan 48 tim dan 104 pertandingan, dalam kerangka kerja sama penyelenggaraan dengan dua negara tetangganya di utara. Kritik terutama ditujukan pada kebijakan imigrasi dan keamanan perbatasan yang diterapkan oleh lembaga-lembaga federal pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Seruan PBB ini muncul setelah periode ketegangan yang jelas dalam persiapan turnamen sepak bola terbesar di dunia, di mana para pengamat khawatir insiden semacam ini akan berdampak negatif pada suasana kompetisi dan citra turnamen internasional.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google