Serangan lagi-lagi dilancarkan wakil presiden Juventus, Pavel Nedved, pada mantan CEO klubnya, Beppe Marotta, yang kini resmi hijrah ke rival utama, Inter Milan.
Sebelumnya diketahui bahwa Nedved menuding Marotta bukanlah seorang Juventino, karena menerima pinangan Inter. Kali ini peraih Ballon d'Or 2003 itu menegaskan bahwa pernyataannya bukanlah lelucon.
Nedved mengaku sedikit tersakiti dengan keputusan yang sudah dibuat Marotta. Meski begitu dia menganggap sang mantan juru transfer sebagai gurunya di dunia manajemen klub.
"Apa yang sempat saya katakan terlihat seperti saya menyerang Marotta. Tidak seperti itu maksudnya, tapi apa yang saya katakan bukanlah lelucon," tegas Nedved, seperti dikutip Tuttosport.
"Bagaimanapun Marotta adalah guru yang hebat buat kami, orang-orang di manajemen Juve. Saya hanya merasa sedikit sakit, karena dia memilih Inter sebagai pelabuhan berikutnya. Itu menyakitkan buat saya dan kami, tapi hanya sebatas itu.
"Pada akhirnya saya juga pasti akan pergi dari Juve, tapi klub ini akan terus hidup tak peduli siapa penghuninya. Namun jika Anda memiliki rasa lebih, pasti ada nilai-nilai khusus untuk menghormatinya." pungkas pria asal Republik Ceko tersebut.

