Keberhasilan Italia menjadi juara Piala Eropa 2020, dan sukses Argentina mengangkat trofi Copa America 2021 tidak hanya disambut gembira warga dari kedua negara itu, tapi juga Paus Fransiskus.
Argentina mengalahkan Brasil dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan final yang berlangsung, Minggu (11/7) pagi WIB. Sedangkan Italia menaklukkan Inggris 3-2 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 90 menit, Senin (12/7) dinihari WIB.
Paus Fransiskus saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Roma pascaoperasi usus buntu. Kendati demikian, Paus Fransiskus tidak melewatkan dua pertandingan puncak turnamen besar yang berlangsung sepanjang akhir pekan kemarin.
Kegembiraan Paus Fransiskus terhadap kesuksesan Argentina menjadi juara Copa America 2021 disebabkan pria berusia 84 tahun ini lahir di Flores, Buenos Aires. Di lain sisi, Paus Fransiskus bertugas sebagai pemimpin gereja katolik di Vatikan City yang terletak di Roma.
“Berbagi kegembiraan atas kemenangan tim nasional Argentina dan Italia dengan orang-orang yang dekat dengannya,” ujar demikian pernyataan Vatikan melalui juru bicaranya, Matteo Bruni, dikutip kantor berita Ansa.
“Yang Mulia memikirkan pentingnya olahraga dan nilai-nilai yang berada di dalamnya, dan dalam kapasitas keolahragaan untuk bisa menerima hasil apa pun, termasuk kekalahan.”
“Hanya dengan cara itu, [Anda bisa] menghadapi kesulitan hidup, Anda dapat selalu masuk ke dalam permainan, berjuang tanpa menyerah dengan harapan dan keyakinan.”
Masyarakat kedua negara itu memang menjadikan keberhasilan itu sebagai kesempatan untuk melupakan sejenak permasalahan yang muncuk akibat pandemi virus Corona selama lebih dari satu tahun.
Warga sudah memadati jalan utama Roma pada pagi hari untuk menyambut kedatangan anak asuh Roberto Mancini. Kibaran bendera dan kembang api turut memeriahkan kedatangan pemain yang diarak dengan menggunakan bus terbuka.
“Kami benar-benar perlu bersama lagi, merayakan, merasa bahagia, memiliki momen bersama. Kami benar-benar membutuhkannya,” kata warga Roma, Sara Giudice, dinukil laman Reuters.
