Berita Live Scores
Liga Champions

Paulo Fonseca: Momen Jenius Lorenzo Insigne

16.36 WIB 22/11/17
Paulo Fonseca Shakhtar
Paulo Fonseca menyebut kekalahan Shakhtar Donetsk disebabkan oleh kejeniusan Lorenzo Insigne yang mampu memecah kebuntuan.

OLEH    Audi Rachman       Ikuti @audirachman di twitter

Pelatih Shakhtar Donetsk, Paulo Fonseca menegaskan bahwa mereka hanya kalah dari Napoli berkat momen jenius dari Lorenzo Insigne.

"Pertandingan sepertinya sangat seimbang sampai gol Insigne. Tim kami bertahan dengan baik dan kemudian ada momen jenius dari Lorenzo. Sampai saat itu, kami memiliki dua peluang terbaik," kata pelatih berusia 44 tahun itu dalam konferensi pers.

"Napoli tidak memiliki banyak peluang mencetak gol sampai saat itu. Setelah Insigne memecah kebuntuan entah dari mana, kami harus mendorong maju dan membiarkan lebih banyak ruang, menjalankan lebih banyak risiko. Hasil 3-0 sangat kejam bila mengingat performa kami. "

Tetapi Fonseca tetap memberikan kredit kepada para pemainnya yang terus berjuang meskipun hasilnya tidak kemuaskan. "Saya harus mengatakan bahwa saya sangat menghargai pemain saya berjuang sampai akhir, meski hasilnya. Mereka bermain bagus dengan peluit akhir," ujarnya.

Napoli hanya bisa lolos ke babak 16 besar jika mengalahkan Feyenoord dan Manchester City mengalahkan Shakhtar di Ukraina.

"Saya akan mempersiapkan diri untuk pertandingan Manchester City seperti yang saya lakukan malam ini. Kami membuktikan bahwa kami lebih dari mampu untuk menyerang dan bertahan dengan baik, jadi taktik kami tidak akan berubah. Bahkan jika City memutar skuad, mereka masih akan memiliki beberapa talenta hebat, jadi sedikit bedanya," tambah Fonseca.

Fonseca mengatakan dalam konferensi pers kemarin bahwa jika Shakhtar lolos ke babak 16 besar, dia akan berpakaian seperti Zorro untuk pertandingan final. 

"Saya menyuruh direktur kami menyiapkan masker. Anda akan melihat saya menggunakan topeng Zorro, saya yakin akan hal itu. Sebagai kesimpulan, saya mengucapkan selamat kepada Napoli dan semoga mereka beruntung dan bahagia ... hanya di Serie A! " pungkas sosok yang pernah berseragam Porto tersebut.