Paul Scholes Tak Nikmati Pekerjaan Komentator

Komentar()
gettyimages
Meski sudah dikenal sebagai pandit yang blak-blakan dalam berbicara, Scholes ternyata kurang menikmati pekerjaannya tersebut.

OLEH   TEGAR PARAMARTHA     Ikuti di twitter

Legenda Manchester United, Paul Scholes, dikenal sebagai sosok komentator yang sangat pedas dan tidak berbasa-basi. Bahkan, karena itu pula, Manchester United ia yakini enggan memakai jasanya sebagai pelatih klub.

Namun, meski demikian, siapa menyangka ternyata Scholes tidak terlalu menikmati pekerjaannya sebagai pandit sepakbola. Ia merasa benci dengan sebutan-sebutan yang dialamatkan suporter kepadanya usai bekerja di dalam studio.

"Ketika saya pertama kali menjadi seorang pandit, saya hanya mengatakan segala yang saya pikir benar dan orang-orang mengatakan bahwa setelah 20 tahun tidak berkata apa-apa, saya telah menjadi media iklan yang berjalan," ungkap Scholes di Daily Mail.

"Itulah yang saya benci. Sepenuhnya saya benci hal tersebut. Semuanya menjadi tenang dengan orang seperti Rio Ferdinand dan Steven Gerrard ikut menjadi komentator.

"Sekarang, saya harusnya sedikit lebih berhati-hati dengan apa yang saya katakan. Tapi hal itu kurang tepat sebenarnya. Saya tidak boleh seperti itu. Saya harus jujur, baik itu menimbulkan headline atau tidak, itu tidak boleh menjadi kekhawatiran saya."

Scholes, 43, menghabiskan karier bermainnya di Old Trafford. Ia sukses memenangkan banyak gelar termasuk 11 trofi Liga Primer Inggris dari 1993 hingga 2013.

Tutup