Kepergian Paul Pogba idealnya menjadi kelegaan bagi Manchester United.
Sebagai bagian dari perombakan tim, barangkali perlu bagi Man United untuk memutus hubungan dengan pemain asal Prancis–yang akan bergabung kembali bersama Juventus dengan status bebas transfer–itu, terlepas dari bakatnya yang tidak diragukan lagi.
Erik ten Hag dituntut memperbaiki segalanya pada musim panas pertamanya di Old Trafford. Sebagai manajer baru, ia tidak perlu buang-buang energi atau emosi untuk mencoba membujuk Pogba menjadi pemain harapan United.
Dalam konteks tersebut, Ten Hag terbilang beruntung karena pemain berusia 29 tahun itu memutuskan waktu yang tepat untuk meninggalkan klub.
Glazer-nomics biasanya tidak membiarkan asetnya pergi begitu saja – coba lihat kontrak membingungkan yang diberikan kepada Phil Jones, Chris Smalling, Eric Bailly, dan lainnya.
Tapi Pogba ingin hengkang, yang membuat United bakal berpisah dengan salah satu pemain paling mengecewakan dalam sejarah klub.
Pogba mungkin merasa dikecewakan oleh klub yang menjanjikan dunia kepadanya, tapi berkarier dari satu krisis ke krisis lainnya.
Namun, gelandang asal Prancis itu dalam episode yang menyedihkan ini tidak dapat diabaikan.
Dalam enam tahun yang menyebalkan di Old Trafford, sang pemain datang untuk melambangkan banyak hal salah di United.
Seorang bintang media sosial yang bersolek di luar lapangan. Kekecewaan besar. Ia inkonsisten dan dianggap mengganggu stabilitas ruang ganti.
Getty/GOALPogba juga menjadi ikon bagi banyak rekan setimnya seperti halnya jutaan pengikutnya di media sosial.
Hal itu menghadirkan problem tersendiri. Pogba adalah anak yang pergi begitu saja dan kembali sebagai pemain termahal di planet ini.
Dia adalah pemenang bersama Juventus dan juara dunia bersama timnas Prancis. Pengikutnya di Instagram dan Twitter lebih banyak ketimbang bintang pop. Ia juga menjadi model Gucci.
Dua trofi yang diraih Pogba hanya pada musim pertamanya di klub, yakni: Piala Liga Inggris dan Liga Europa.
Performa paling menonjol? Dua golnya dalam kemenangan ‘comeback’ untuk menunda perayaan gelar Manchester City pada 2018, memberikan fans United satu hari yang akan terekam dalam ingatan. Tapi, itu juga jadi penampilan yang menunjukkan apa yang telah mereka lewatkan.
Menjelang pertandingan tersebut, Pep Guardiola melontarkan kejutan bahwa mantan agen Pogba, [mendiang] Mino Raiola, telah berusaha mengamankan transfer kliennya ke City.
Itu terjadi hanya kurang dari dua tahun sejak dia kembali ke United, dan merupakan isu yang terus bergulir.
Pernyataan publik Raiola dan indikasi Pogba tentang keinginannya untuk pergi kerap menjadi gangguan dan citra buruk untuk klub yang menganggap dirinya pemain terbesar di dunia.
United akan lebih bijaksana untuk memotong kerugian mereka pada musim panas 2019 kala gelandang itu mengumumkan “mungkin sudah waktunya untuk memiliki tantangan baru.”
Pada bulan November di tahun tersebut, Setan Merah telah menerima bahwa ia tidak akan meneken kontrak baru dan membanderolnya £150 juta.
Jika bukan karena pandemi global, klub mungkin telah mendapatkan keuntungan dari £89 juta yang dibayarkan ke Juve pada 2016. Rasanya pas bahwa Pogba meninggalkan klub pada tahun yang sama dengan mantan wakil ketua eksekutif Ed Woodward.
Setelah sebelumnya gagal mendatangkan Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, dan Neymar – Pogba benar-benar rekrutan besar yang sangat ingin Woodward berikan setelah dipercaya menjadi petinggi klub tersebut. Ia menggantikan mantan kepala eksekutif, David Gill.
Pogba dan Raiola telah menyulut amarah Sir Alex Ferguson dengan pergi secara bebas transfer pada 2012 kala dianggap sebagai talenta paling cemerlang yang muncul di klub.
Woodward membina hubungan dengan Raiola dari 2013, meskipun Ferguson meremehkan agen tersebut.
Pertemuan demi pertemuan diadakan untuk menyelesaikan detail yang lebih baik dari salah satu kontrak paling rumit yang pernah dibuat United, dengan hak citra sebagai salah satu poin utama.
Persaingan dari Real Madrid adalah faktor utama lainnya, tapi keluarga Glazer memenangkan perburuan atas raksasa Spanyol tersebut.
Getty/GOALMasih bisa diperdebatkan Pogba pergi sebagai salah satu pemain hebat di Liga Primer.
Kepindahan ke Manchester City–yang dilaporkan tengah dijajaki–bakal sangat menarik. Tapi, akan ada keraguan serius apakah ia bisa mempertahankan tempat di tim utama Guardiola.
Sejak kembali ke United, Pogba hanya sekali masuk tim pilihan Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional. Ia hanya juga cuma semusim mencetak dua digit gol.
Mungkinkah Ten Hag berhasil saat Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer gagal mengakomodasi Pogba? Barangkali. Ini adalah perombakan budaya, dan nama terakhir dianggap sebagai simbol kegagalan di United.
Untuk semua itu, mustahil untuk membayangkan United tidak akan mengakomodasi jika Pogba menunjukkan sedikit kecenderungan untuk bertahan. Mungkin itu bisa menjadi hadiah terbesar bagi kedua pihak.




