Bhayangkara FC mengalami kekalahan mengejutkan ketika bertemu tim papan bawah, Persik Kediri. Pada pertandingan yang digelar Jumat (28/1) petang itu, Bhayangkara dipaksa tunduk 1-0 oleh Persik, berkat gol yang dicetak Youssef Ezzejjari.
Paul Munster jelas meradang karena timnya harus kalah pada pekan ke-21 ini, karena Bhayangkara sedang dalam pacuan perebutan gelar juara Liga 1 2021/22. Munster menilai bahwa permainan Bhayangkara terkesan buntu karena tak bisa menyelesaikan peluang.
"Saya kecewa dengan hasilnya. Kami ada beberapa peluang, tapi sepakbola adalah tentang selesaikan peluang untuk cetak gol dan keseluruhan saya kecewa dengan performa kami ini," ucapnya selepas pertandingan, pada sesi jumpa pers secara virtual.
Sosok asal Irlandia itu menanyakan keputusan wasit yang memberikan tendangan bebas untuk Persik pada menit ke-22, dan akhirnya berujung kebobolan. "Tetapi yang jadi pertanyaan saya, kenapa itu free kick sebelum Persik mencetak gol," keluh dia.
Javier Roca selaku pelatih Persik merasa senang dengan tiga poin yang membuat Macan Putih sedikit lega. Total poin Persik jadi 22 berkat kemenangan ini, dan mereka berada di posisi 14 sementara waktu. Tapi, Roca menegaskan tidak ada rasa puas dalam dirinya.
"Yang jelas kami sangat senang dengan kemenangan ini. Karena kita tahu, Bhayangkara adalah tim terbaik di Liga 1 saat ini," ucap Roca.
"Pertandingan berjalan seperti yang kami duga, banyak duel bola atas. Itu yang kami fokuskan dalam latihan. Dan juga, konsistensi permainan kami jaga," imbuh dia. "Saya tetap belum puas, apalagi soal permainan. Tapi setidaknya kemenangan ini harus kami syukuri. Bisa dibilang, Kediri bisa full senyum hari ini."




