Paul Munster - Bhayangkara FCMario Sonatha

Paul Munster Sebut Bhayangkara FC Tampil Buruk


LIPUTAN   RIZKAART CENDRADIPUTRA     DARI   JAKARTA

Kegagalan Bhayangkara FC meraih angka penuh setelah dipaksa bermain imbang 2-2 melawan Semen Padang di Stadion PTIK Jakarta, Sabtu (2/11) malam WIB, disebabkan performa pemain yang buruk.

Hal itu diungkapkan pelatih Paul Munster selepas laga. Gol pembuka Anderson Salles sempat dibalas Muhammad Rifqi dan Flavio Beck Junior. Beruntung Herman Dzumafo menghindarkan The Guardian dari kekalahan di menit akhir.

“Laga ini secara keseluruhan buruk. Performa jelek secara individu dan tim. Sepuluh menit awal kami seharusnya unggul 3-0, banyak peluang yang gagal. Itu mengecewakan,” cetus Munster.

“Kami membuat gol, tapi hal yang mengecewakan adalah kami tidak bisa mempertahankan skor. Kami membuat dua gol dari bola mati, itu hal yang positif. Dari open play seharusnya kami punya lima atau enam gol. Tapi secara keseluruhan, sejujurnya kami seharusnya menang.”

Pelatih asal Irlandia Utara itu mengaku masih banyak yang harus diperbaiki, terutama menyangkut proses gol yang dibuat Kabau Sirah dari skema serangan balik dan umpan silang.

SIMAK JUGA: BERITA LIGA 1 2019!

“Sebelum gol tercipta, seharusnya kami bisa menghentikan umpan silang. Tapi karena satu sebab, bola datang. Gol pertama menjadi situasi duel satu lawan satu, gol kedua ada dua lawan dua. Ketika duel, belum cukup kuat, dan itu harus diperbaiki lagi,” imbuh Munster.

Kekecewaan juga keluar dari mulut pemain bertahan Nurhidayat, yang berjanji akan mengambil pembelajaran dari hasil ini.

“Hasil yang sangat mengecewakan dari pertandingan ini. Ini menjadi pembelajaran buat pribadi saya, semoga ke depannya bisa meraih hasil yang kami inginkan,” pungkasnya. (gk-61)

Iklan