South Korea Fans 151301

Pasca-Tragedi Itaewon, Pemkot Seoul Izinkan Nonton Bareng Di Alun-Alun

Pemerintah kota (Pemkot) Seoul akhirnya memberikan izin kepada suporter Korea Selatan berkumpul di Gwanghwamun Square untuk menggelar nonton bareng pertandingan perdana Taeguk Warriors di Grup H Piala Dunia 2022 melawan Uruguay, Kamis (24/11) sore WIB.

Izin keramaian ini diberikan Pemkot Seoul tak kurang dari satu bulan selepas tragedi Itaewon yang menyebabkan 150 orang meninggal dunia akibat terinjak-injak saat merayakan Hallowen pada akhir Oktober.

Kegiatan nonton bareng mendukung Korsel di area terbuka saat Piala Dunia sudah menjadi tradisi, terutama selepas turnamen akbar itu di tahun 2002 ketika Negeri Ginseng menjadi tuan rumah.

Acara ini biasanya diinisasi federasi sepakbola Korsel (KFA). Hanya saja, tragedi Itaewon membuat KFA membatalkan rencana mereka menggelar kegiatan di area terbuka yang bisa mengundang massa dalam jumlah besar. Kelompok suporter Red Devils lalu mengajukan permohonan perizinan nonton bareng.

Awalnya Pemkot Seoul sempat menolak permohonan perizinan untuk menggelar nonton bareng di Gwanghwamun Square, karena jumlah pengamanan tidak banyak. Namun setelah Red Devils merevisi jumlah tugas keamanan menjadi 300, Pemkot akhirnya mengeluarkan izin pada Selasa (22/11) malam.

Keputusan Pemkot Seoul mengundang pro dan kontra bagi masyarakat ibu kota Korsel tersebut. Para penolak menyebutkan seharusnya Pemkot lebih peka dalam mengambil keputusan, karena mereka mengkhawatirkan kejadian di Itaewon terulang lagi.

“Tidak lebih dari sebulan sejak insiden tragis itu, saya merasa kami masih membutuhkan sedikit waktu lagi untuk menyampaikan belasungkawa kepada para korban,” kata warga yang hanya menyebutkan nama keluarganya, Cho, dikutip laman The Korea Herald.

“Kemungkinan besar banyak orang akan turun ke jalan, termasuk remaja, dan saya khawatir apakah insiden serupa akan terjadi.”

“Sepertinya terlalu dini untuk mengadakan acara keramaian, karena penyebab pasti bencana dan siapa yang bertanggung jawab belum sepenuhnya ditemukan,” timpal warga berusia 35 tahun yang enggan disebutkan namanya.

Di lain sisi, tidak sedikit juga yang memberikan dukungan. Seorang warga berusia 34 tahun asal Gyeonggi yang hanya menyebutkan namanya sebagai Ryu meyakini masyarakat yang hadir bisa mengedepankan protokol keselamatan.

“Mengingat acara nonton bareng berlangsung di ruang terbuka yang besar, tidak seperti Itaewon di mana kecelakaan itu terjadi di gang sempit, mungkin tidak apa-apa,” kata Ryu.

Iklan
0