Pelatih Vietnam Park Hang-seo menepuk dada setelah tim besutannya mengalahkan timnas Indonesia 2-0 dalam pertandingan leg kedua semi-final Piala AFF 2022 di Stadion My Dinh, Senin (9/1) malam WIB.
Itu menjadi kemenangan pertama Vietnam atas Indonesia dalam sejumlah pertemuan mereka di Piala AFF. Sebelumnya, dari sembilan pertemuan sejak Piala AFF pertama kali digelar pada September 1996, Vietnam enam kali mendapatkan hasil imbang, dan menelan tiga kekalahan.
Tiga kekalahan yang diperoleh Vietnam dari Indonesia terjadi pada tahun 2000, 2004, dan 2016. Sedangkan hasil imbang diraih pada 1996, 2002, 2007, 2014, 2021, dan, terakhir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (6/1).
“Pertama-tama, saya ingin mengatakan kami telah menunggu selama 26 tahun tanpa kemenangan atas Indonesia di ajang ini. Sebelum pertandingan, saya sudah meminta pemain untuk menghentikan catatan itu, karena belum tentu bisa melakukannya di masa mendatang,” tutur Hang-seo.
“Hari ini (tadi malam) saya berhasil mematahkan itu. Hal paling penting adalah Vietnam mencapai babak final. Saya merasa bangga kepada pemain yang telah memperlihatkan penampilan maksimal.”
Hang-seo menambahkan, pengalaman bertanding melawan sejumlah tim kuat di kawasan Asia telah membantu pemain makin berkembang. Vietnam menjadi satu-satunya tim Asia Tenggara yang berhasil melangkah ke putaran final kualifikasi Piala Dunia 2022.
Di babak tersebut, Vietnam yang tergabung di Grup B harus menghadapi Arab Saudi, Jepang, Australia, Oman, dan Tiongkok. Mereka mendapatkan masing-masing satu kemenangan dan imbang, serta delapan kekalahan.
“Ini tahun kelima saya bersama Vietnam. Banyak pemain semakin matang dibandingkan lima tahun lalu. Jika dibilang mereka tidak matang secara teknik, saya tak sependapat,” tutur Hang-seo.
“Tim nasional buka tim junior, jadi saya tidak perlu memperbaiki, memodifikasi, atau mengubah teknik layaknya di tim junior. Saya hanya berusaha membuat mereka mengeluarkan kemampuan terbaik, dan memperoleh hasil sebaik mungkin.”
“Saya hanya bisa bilang mereka semkain matang. Pengalaman bermain di babak ketiga kualifikasi Piala Dunia telah menambah pengalaman mereka dibandingkan tim-tim dari Asia Tenggara lainnya.”
