Pelatih Vietnam Park Hang-seo tetap menyimpan keyakinan tim besutannya bakal memuncaki klasemen akhir Grup B setelah bermain imbang tanpa gol melawan Singapura pada matchday ketiga di Stadion Jalan Besar, Jumat (30/12) malam WIB.
Hasil imbang itu tidak mengubah posisi Vietnam di puncak klasemen dengan nilai tujuh. Mereka mengumpulkan poin yang sama dengan Singapura, namun unggul selisih gol. Sedangkan Malaysia yang berada di peringkat ketiga mengoleksi enam poin.
Perjalanan Vietnam ini sama seperti di Piala AFF 2020 tahun lalu di Singapura. Saat itu mereka mengawali dua laga pertama dengan kemenangan, dan selanjutnya bermain imbang kala menghadapi Indonesia.
Walau menang di laga terakhir, Vietnam menempati posisi runner-up karena kalah agresivitas dibandingkan Indonesia, sehingga harus bertemu Thailand di semi-final, dan menelan kekalahan.
Di lain sisi, pemuncak klasemen Grup A masih diduduki Thailand, diikuti Indonesia yang sama-sama mengoleksi tujuh poin. Kendati demikian, media di Vietnam memperkirakan Thailand akan memuncaki klasemen akhir. Hang-seo pun tidak terlalu mengkhawatirkan kemungkinan skenario itu terulang seperti tahun lalu.
“Tidak perlu khawatir dengan hal itu [kegagalan di Piala AFF 2020] akan terulang lagi,” ujar Hang-seo dikutip laman Doc Bao.
Dalam pertandingan melawan Singapura, Hang-seo melakukan rotasi besar-besaran dengan menyimpan sejumlah pemain pilar. Juru taktik asal Korea Selatan ini mempunyai alasan tersendiri mengenai kebijakannya tersebut.
Salah satu alasan yang disampaikan Hang-seo adalah penggunaan lapangan dengan rumput buatan. Menurut Hang-seo, lapangan jenis ini berpotensi mendatangkan cedera kepada pemain.
“Lapangan artifisial bukan jenis lapangan yang direkomendasikan FIFA, karena bisa menyebabkan pemain mendapat cedera. Namun berdasarkan aturan di Piala AFF 2022, lapangan artifisial masih bisa digunakan,” jelas Hang-seo.
“Orang hanya melihat statistik saya dalam lima tahun terakhir. Saat ini Vietnam punya 23 pemain, dan kami tidak ingin ada pemain yang mendapatkan cedera, diganjar kartu kuning, atau lainnya.”
“Hari ini (tadi malam) saya merotasi pemain, tapi saya tidak terlalu puas. Selanjutnya kami akan memperlihatkan performa bagus, dan meraih kemenangan melawan Myanmar.”
