Bek sekaligus kapten Paris Saint-Germain, Marquinhos, mengakui bahwa timnya gagal mengantipasi detail kecil pertandingan yang berujung kekalahan.
Teraktual, PSG dikalahkan Manchester City dengan skor 2-1 pada leg pertama semi-final Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Kamis (29/4) dini hari WIB.
Maquinho mengantar timnya unggul cepat sejak menit ke-15 dengan memanfaatkan sepak pojok Angel Di Maria. Tapi Les Parisiens terdikte pada paruh kedua dan City mampu mengubah keadaan via gol Kevin De Bruyne (64’) dan Riyad Mahrez (71’).
Gol De Bruyne berawal dari umpan lambung yang tidak disangka justru meluncur ke gawang Keylor Navas tanpa ada yang menyentuh.
Sementara Mahrez menyegel kemenangan City via sepak bebas yang didapat setelah Phil Foden dilanggar Idrissa Gueye. Nama terakhir kemudian menerima kartu merah pada menit ke-77.
“Kami bermain terlalu dalam pada babak kedua. Kami gagal keluar dari tekanan. City tampil agresif. Kami harus konsisten pada dua babak dalam pertemuan kedua nanti. Masih ada 90 menit lagi,” ucap Marquinhos selepas laga.
“Kami harus menganalisa pertandingan untuk melihat di mana kesulitan kami. Kami punya masalah pada laga-laga sebelumnya yang mampu kami atasi.”
“Kami kebobolan dua gol konyol! Itu adalah detail kecil yang gagal kami perhitungkan. Kami butuh mentalitas yang bagus dan bertandang untuk hasil terbaik."
"Jika kami tidak yakin, maka tidak ada gunanya ada laga kedua. Kami butuh mentalitas pejuang untuk melewatinya. Kami sudah benar-benar dekat [dengan final].
“Kami tidak boleh ragu dan kami harus meminalkan kelemahan kami. Kami memiliki semua yang kami butuhkan untuk membalikkan situasi ini,” pungkasnya.
PSG—yang merupakan finalis tahun lalu—menelan kekalahan pertama mereka setelah memimpin pada babak pertama sejak Maret 2001.
Untuk menjaga asa minimal mempertahankan pencapaian musim lalu, PSG harus menang dengan selisih dua gol pada leg kedua yang akan berlangsung di Stadion Etihad, Rabu (5/5) dini hari WIB.




