Duel dua klub kaya baru Paris Saint-Germain dan Manchester City bakal terhampar pada leg pertama semi-final Liga Champions, Kamis (29/4) dini hari WIB.
Aspek non-teknis menyedot perhatian. Mulai dari pemilik dengan rumpun yang sama, duit sultan, atau sekadar pembuktian tim penggagas Liga Super Eropa dan yang menolaknya.
Sulit Didikte
Pendekatan Mauricio Pochettino bersama PSG terbukti cocok. Paling tidak dengan menyingkirkan juara bertahan Bayern Munich pada babak sebelumnya dengan skema serangan balik cepat.
Pep Guardiola kudu hati-hati jika mau mendominasi dan dengan pertahanan dalam PSG. Salah sedikit, Kylian Mbappe dan Neymar sudah menunggu bola sapuan dan siap untuk menggebrak.
“Hampir tidak mungkin untuk mengontrol mereka selama 90 menit penuh,” ucap Pep dalam sesi temu pers pralaga.
Kualitas Tim Merata
Ketika fokus tim lawan cuma tertuju ke Mbappe dan Neymar, mereka sedang tidak sadar tengah membuka ruang untuk rekan setim keduanya.
“Kami harus berusaha meredam tim dengan kualitas merata yang mereka miliki, tidak hanya Neymar dan [Kylian] Mbappe,” kata Guardiola.
“Mereka juga punya [Angel] Di Maria dan [Julian] Draxler, atau pemain seperti [Leandro] Paredes dan [Marco] Verratti dengan karakter yang dimiliki masing-masing,” tambahnya.
GettySebagai catatan, Pep menyimpan kenangan jelek kepada Poch di fase gugur. Pada edisi 2018/19, City dieleminasi Tottenham Hotspur dengan menyesakkan pada perempat-final.
Kala itu, Spurs menang 1-0 pada leg satu dan kalah 4-3 pada leg dua. Tapi secara agregat, City kalah produktivitas gol tandang. Itu belum ditambah drama pada menit tambahan babak kedua saat gol Raheem Sterling dianulir pasca-tinjauan VAR.
Lini Defensif Oke
Menangani PSG per awal Januari 2021, Poch memulai petualangan di UCL musim ini sejak babak 16 besar. Yang menarik, ia sudah menggugurkan dua eks klub yang dilatih Pep, Barcelona, dan Bayern.
Setelah menang meyakinkan pada leg pertama dalam dua laga tandang terakhir di fase gugur, lini belakang PSG yang digalang Marquinhos dkk biasanya tinggal mencoba meminimalkan kesalahan.
“Pertahanan mereka rapi. Tapi ini semi-final Liga Champions yang selalu menghadirkan kesulitan. Entah itu melawan Chelsea atau Real Madrid," ujar Pep.
“Ini berbicara bagaimana memainkan gaya kami. Itulah yang akan kami coba lakukan,” pungkasnya.
Peluang
Secara statistik, peluang City sebetulnya cukup terbuka untuk meraih hasil. Masalahnya, PSG—yang merupakan finalis tahun lalu—belum pernah menang pada laga kandang di UCL sejak ditukangi Poch.
Pada dua laga sebelumnya, Les Parisiens memulai laga tandang duluan dan sukses menang meyakinkan, 4-1 di Camp Nou dan 3-2 di Allianz Arena. Di Parc des Princes, mereka ditahan Barca 1-1 dan dikalahkan Bayern 1-0.
Sebaliknya, City meyapu bersih empat kemenangan di fase gugur, baik di kandang maupun rumah lawan. Masing-masing menghadapi Borussia Monchengladbach dan Borussia Dortmund.
Tapi omong-omong soal lolos-lolosan ke final UCL, Poch sementara masih unggul 1-0 atas Pep.




