Neymar Leandro Paredes PSG 2019Getty Images

Gelandang Argentina Leandro Paredes: Menjaga Bintang Brasil Neymar Sangat Merepotkan

Argentina akan menghadapi Brasil pada final Copa America yang digelar di Maracana Stadium, Minggu (12/7) WIB.

Jelang pertemuan klasik tersebut, gelandang Albiceleste Leandro Paredes mengungkapkan bahwa rekan satu timnya di Paris Saint-Germain Neymar akan sangat merepotkan jika menjadi lawan.

Paredes juga mengatakan bahwa Neymar dan kompatriotnya Lionel Messi memiliki magis yang sama saat menguasai bola.

Apa yang dikatakan Paredes?

"[Neymar] suka dikejar, kontak fisik, tetapi mereka [musuh] sering menghantamnya," kata Paredes kepada TyC Sports.

"Menjaganya sangat merepotkan, tidak mungkin untuk memberinya ruang tembak. Anda tidak pernah tahu ke mana dia akan pergi. Itu terjadi dengannya dan dengan Leo [Messi] juga.

"Bahkan jika Anda mengenal mereka dengan baik, mereka memiliki sesuatu yang berbeda. Mereka lebih cepat di kepada dan juga di pergerakan."

"Anda harus menjaga [Neymar] dengan ketat tetapi menghantamnya sesedikit mungkin. Dia tahu saya akan membuatnya gila dan dia memberi tahu saya."

"Dia juga mengatakan kepada saya bahwa kami akan bertarung sepanjang pertandingan jika itu terjadi."

Paredes bermain dengan Neymar dan Messi

Messi Paredes ArgentinaGetty Images

Gelandang PSG tersebut memiliki pencapaian yang tidak dimiliki oleh semua pemain sepak bola, yakni bermain dengan dua mega bintang dalam dunia sepak bola, Neymar dan Messi.

Paredes telah bekerja bersama Neymar di Paris sejak sang gelandang bergabung dari Zenit St Petersburg pada Januari 2019, dan dia telah memainkan 91 pertandingan di semua kompetisi untuk PSG dengan mencetak dua gol dan tujuh assist.

Sementara itu di timnas Argentina, Paredes bermain bersama La Pulga semenjak dia melakoni debutnya pada Juni 2017, dan sejak saat itu dia telah menjadi andalan di lini tengah Albiceleste.

Meski Messi sempat mengungkapkan pensiun dari timnas setelah gagal membawa Argentina melaju ke perempat-final Piala Dunia 2018 di Rusia, beberapa bulan kemudian peraih enam kali Ballon d'Or tersebut kembali berseragam timnas.

Iklan
0