Babak grup Liga Champions sudah tuntas dan mulai tahun depan kita akan dimanjakan oleh tim-tim terbaik Eropa yang akan habis-habisan bertarung di fase gugur.
Seperti biasa, hasil undian selalu menghadirkan sejumlah duel keras dan musim ini kita akan melihat pertarungan kelas berat antara Barcelona dan Paris Saint-Germain, sementara Chelsea dan Liverpool harus berhadapan dengan Atletico Madrid dan RB Leipzig.
Tetapi siapakah tim yang paling bahagia dari undian tersebut? Siapa yang tidak perlu mencemaskan lawan untuk melangkah ke putaran berikutnya?
Simak ulasan pemenang dan pecundang dari undian 16 besar Liga Champions.
Pemenang: Cristiano Ronaldo
Sebagai satu-satunya tim tersisa yang bukan berasal dari lima liga top Eropa, Porto pasti bahagia dengan pencapaian mereka.
Dan begitu juga dengan Cristiano Ronaldo yang akan pulang ke kampung halaman bersama Juventus.
11 tahun berlalu sejak terakhir kali Ronaldo bermain lawan Porto, ketika itu secara menakjubkan sang bintang membantu Manchester United lolos ke semi-final Liga Champions.
Getty ImagesKetika itu Ronaldo gagal berjaya di Eropa bersama si Setan Merah namun hingga detik ini dia telah mengoleksi lima trofi bergengsi tersebut dan sekarang berpetualang di Turin untuk membantu Juventus mengakhiri penantian 25 tahun mengangkat si Kuping Besar.
Ronaldo memang seharusnya bisa melakukan yang lebih baik dari dua musim sebelumnya bersama Juventus, tetapi dia adalah satu-satunya pemain Juventus yang bisa mencetak gol di enam pertandingan babak grup sejak 2019 dan pastinya berharap mendapat bantuan yang lebih dari rekan setimnya demi meraih hasil yang lebih baik.
Ronaldo memulai musim ini dengan brilian, mencetak 17 gol dari 17 penampilan termasuk brace ke gawang Barcelona di Camp Nou yang memastikan Bianconeri jadi pemuncak grup. Besar kemungkinan catatan tersebut bertambah ketika Juve bentrok dengan Porto meskipun tim Portugal itu sukses mencatat clean sheet di lima pertandingan terakhir Eropa mereka.
Pecundang: Chelsea
Dari semua tim bukan unggulan di undian, Atletico Madrid adalah tim yang paling ingin dihindar dan cukup wajar rasanya jika menyebut Chelsea tidak beruntung harus bertemu dengan Los Rojiblancos.
Pasukan Diego Simeone dikenal sulit ditundukkan di dua leg pertandingan, salah satu buktinya adalah Liverpool yang menjadi korban mereka pada musim lalu.
Getty ImagesKiprah Atleti di liga juga tak kalah buasnya. Andai mereka memenangkan dua pertandingan yang mereka miliki di tangan, maka tim ini akan merajai LaLiga dengan keunggulan enam poin.
Meskipun Chelsea juga berhasil merangkai hasil yang impresif, pemain seperti Luis Suarez, Joao Felix dan Diego Costa adalah rintangan serius bagi skuad muda polesan Frank Lampard.
Pemenang: Pep Guardiola
Setelah meneken perpanjangan dua tahun kontrak bersama Manchester City, Pep Guardiola sekarang punya tiga kesempatan tambahan untuk mengakhiri penantian klub merajai Liga Champions.
Dia pastinya berharap mendapat undian seperti Borussia Monchengladbach yang dipandang oleh kebanyakan orang sebagai salah satu tim terlemah di pot bukan unggulan.
Getty ImagesTim Bundesliga itu secara mengejutkan lolos dari grup yang dihuni oleh Real Madrid dan Inter Milan dan meskipun gagal meraih kemenangan di empat pertemuan lawan raksasa Eropa itu, mereka melaju berkat kemenangan besar atas Shakhtar Donetsk.
Dengan status Monchengladbach yang sekarang menempati peringkat delapan Bundesliga, Man City jelas jadi favorit melangkah ke babak delapan besar.
Pecundang: Lionel Messi
Lionel Messi adalah sosok yang selalu digambarkan menderita di Camp Nou dalam enam bulan terakhir dan suasana hati sang superstar dipastikan semakin memburuk setelah mengetahui hasil undian.
Barcelona gagal jadi pemuncak grup karena kekalahan di laga terakhir di hadapan Juventus dan sebagai buntut mereka harus berhadapan dengan raksasa Prancis Paris Saint-Germain.
DepophotosBiasanya PSG melempem di Eropa tetapi keberhasilan tim melangkah ke final pada musim lalu dipastikan meningkatkan kepercayaan diri.
Neymar mungkin kesulitan untuk bugar tepat waktu untuk berhadapan dengan Barcelona karena cedera, namun pasukan Thomas Tuchel diyakini punya kualitas yang lebih baik untuk maju ke perempat-final.
Sudah enam tahun berlalu sejak Messi berjaya di Liga Champions, dan jika diperbolehkan berbicara jujur, kesempatan terbaiknya untuk kembali merajai Eropa adalah pindah ke rival Barca pada Januari nanti.
Pemenang: Real Madrid
Tiga kemenangan di pekan penting jadi bukti jika Real Madrid telah menemukan lagi sentuhan terbaik.
Kemenangan atas Gladbach di laga terakhir klub memastikan mereka lolos ke babak 16 besar dan hasil pertandingan lainnya membuat raksasa ibu kota Spanyol ini menjadi raja grup.
Kemenangan tandang beruntun di liga atas Sevilla dan Atletico Madrid juga telah mengembalikan El Real ke jalur juara.
Getty ImagesMadrid dipasangkan dengan Atalanta di babak 16 besar, tim Italia ini salah satu tim kejutan di Liga Champions musim lalu dengan lolos ke babak perempat-final.
Akan tetapi perkembangan terkini memperlihatkan adanya keributan antara Gian Piero Gasperini dan sejumlah pemain sehingga mengancam kiprah mereka di Serie A.
Sementara itu Zidane punya catatan hebat di Eropa, dia merajai Liga Champions tiga kali secara beruntun dari empat percobaan, meski demikian pelatih asal Prancis ini bukan tanpa pekerjaan rumah karena Los Blancos punya catatan gagal menang di lima laga kandang knock-out terakhir, sesuatu yang wajib dikoreksi.
Pecundang: Jurgen Klopp
Cedera telah memorakporandakan musim Liverpool dan harapan Jurgen Klopp mendapat lawan yang lebih enteng di Eropa tidak terlaksana.
RB Leipzig adalah lawan keas berat, pasukan Julian Nagelsmann tersebut berada di jalur juara Bundesliga, dan berhasil lolos dari babak grup yang dihuni oleh tim kuat seperti PSG dan Manchester United.
GettyPada musim lalu Leipzig memperlihatakan permainan berani dengan menghajar Tottenham Hotspur dan Atletico Madrid untuk lolos ke semi-final.
Nagelsmann pernah bertemu dengan skuad Liverpool milik Klopp di Eropa, ketika itu Hoffenheim dengan mudah dibekuk Liverpool di babak kualifikasi, meski demikian sang pelatih punya segudang alasan untuk merasa lebih optimistis bersama skuad muda Leipzig.
