Masih ada urusan yang harus dituntaskan sebelum babak perempat-final Liga Champions bergulir di Lisbon pada bulan depan. Kompetsi sempat dihentikan dulu karena pandemi Covid-19 sehingga menyisakan sejumlah laga.
Real Madrid harus terbang ke Manchester untuk menyelesaikan leg kedua babak 16 besar lawan Manchester City, sementara Juventus pastinya berharap mampu bangkit di hadapan Lyon.
Begitu juga dengan Chelsea yang masih harus berjuang di Bavaria lawan Bayern Munich, ditambah Barcelona yang harus berusaha keras mengeliminasi Napoli dari babak 16 besar.
Setelah pertandingan-pertandingan menentukan itu selesai, maka perempat-final Liga Champions bakal bergulir. Dengan format satu leg pertandingan, duel-duel seru dipastikan bakal memanjakan penikmat sepakbola.
Ada satu bagian yang dihuni para raksasa Eropa seperti Juventus, Barcelona, Real Madrid, Bayern dan Manchester City. Di bagian lainnya Atalanta, Paris Saint-Germain, RB Leipzig ditambah Atletico Madrid.
Tiga di antara tim di atas belum pernah mencicipi final Liga Champions, sementara Atletico meskipun dalam beberapa tahun ke belakang sanggup menembus partai puncak sebanyak dua kali, mereka selalu gagal juara. Meski demikian, keberhasilan melempar juara bertahan Liverpool dipastikan telah menambah kepercayaan diri mereka.
Berikut para pemenang dan pecundang dari undian Liga Champions.
Pemenang: Paris Saint-Germain
Getty ImagesPSG mendapat undian idaman semua orang. Mereka akan menghadapi Atalanta yang dipandang sebagai tim paling lemah di antara peserta delapan besar.
Berjaya di Liga Champions menjadi obsesi terbesar klub asal Prancis tersebut dan musim ini mungkin jadi kesempatan terbesar mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Jangan lupa, rival-rival PSG sudah beraksi lagi di kompetisi domestik masing-masing, mereka juga bermasalah dengan sejumlah cedera ditambah jadwal yang padat. Sementara itu PSG bisa sedikit bersantai mengingat Ligue 1 Prancis telah berhenti.
Fokus PSG adalah membangun persiapan menuju Portugal. Sejumlah laga persahabatan plus final lawan Saint-Etienne dan Lyon di akhir Juli dinilai sudah lebih dari cukup untuk memastikan tim dalam kondisi siap tempur di Liga Champions.
PSG harus ingat satu hal, Atalanta yang sekarang menempati peringkat tiga klasemen sementara Serie A Italia harus tetap diwaspadai. Mereka melangkah ke fase gugur setelah lolos dari grup yang dihuni Manchester City, Shakhtar Donetsk sebelum melempar Valencia. Meski demikian, tetap saja Atalanta berstatus sebagai lawan yang mungkin memang jadi pilihan nomor satu bagi pasukan Thomas Tuchel.
Pemenang: Diego Simeone
GettyMampukah El Cholo mengakhiri kutukan Liga Champions Atletico Madrid?
Tiga final, dua di antaranya di bawah komando Simeone tetapi tanpa trofi untuk mereka. Catatan itu tentunya sangat mengecewakan. Meski demikian, undian 'baik' lawan RB Leipzig membuat segalanya memungkinkan.
Ketika harus bertemu dengan juara bertahan Liverpool, pintu keluar dari kompetisi seolah-olah telah dibukakan untuk Atleti, namun mereka tampil luar biasa untuk memenangkan dua leg pertandingan.
Performa tak kenal kata menyerah ditambah dengan duel yang mungkin bisa dimenangkan membuat kepercayaan diri mereka memuncak. Mereka yakin, peruntungan telah berubah.
Harapan merajai LaLiga Spanyol telah pudar bagi Atleti, tetapi lolos ke Liga Champions pada musim depan secara virtual telah tergaransi, yang artinya mereka sekarang bisa mengalihkan fokus ke Portugal.
Simeone mungkin tidak akan punya kesempatan menaikkan semangat fans seperti yang biasa dia lakukan di Wanda Metropolitano, tetapi satu hal yang pasti, Los Rojiblancos akan hadir dengan status pemilik benteng pertahanan paling kukuh dan terorganisir di antara semua tim peserta. Dan mereka dengan mantap menatap trofi.
Pemenang: Real Madrid
Getty ImagesLima bulan lalu, hanya sedikit orang yang memprediksi pasukan Zinedine Zidane punya peluang lolos ke delapan besar, tetapi fakta leg kedua bakal digelar tanpa penonton telah membuka prospek mereka dalam membidik gelar Liga Champions ke-14.
Pada Februari Real Madrid dipermak Manchester City 2-1 sehingga rekor impresif Zidane yang menjuarai Liga Champions sebagai manajer sebanyak tiga kali dari tiga final sepertinya bakal berakhir.
Namun sejak restart sepakbola, Madrid berhasil memulihkan kepercayaan diri. Mereka sekarang berada di puncak klasemen LaLiga dan sederet pemain kunci termasuk Eden Hazard telah pulih dari cedera.
Andai mereka berhasil mengamankan gelar domestik pertama dalam tiga tahun terakhir, El Real akan melangkahkan kaki ke Manchester dengan semangat baru dan bakal punya kemampuan untuk mendobrak benteng pertahanan di Etihad sekaligus memutar situasi.
Sergio Ramos, kapten yang biasa menginspirasi tim memang dipastikan absen karena sanksi, tetapi diyakini masih banyak orang yang berani bertaruh Los Blancos 'sang Raja Turnamen' bakal melenggang ke delapan besar.
Pecundang: Pep Guardiola
Getty ImagesPada pekan depan, manajer Manchester City ini akan mengetahui apakah musim ini akan menjadi kesempatan terakhirnya untuk memenangkan Liga Champions bersama the Citizens. Jika benar demikian, maka hasil undian sama sekali tidak memuluskan rencana.
Pertama, mereka harus menendang Real Madrid di leg kedua. Andai berhasil, mereka berpotensi berhadapan dengan Juventus dengan catatan raja sepakbola Italia itu berhasil menang atas Lyon.
Jika lolos ke empat besar, City bisa berhadapan dengan Barcelona atau Bayern Munich.
Setelah mendapat sanksi dua tahun karena dinyatakan bersalah melanggar regulasi Financial Fair Play, City akan mendapatkan keputusan banding Pengadilan Arbitrase Olahraga pada pekan depan. Guardiola tinggal menyisakan satu tahun kontrak bersama City, jadi andaikan banding mereka gagal, maka musim ini adalah kesempatan terakhirnya untuk menghadirkan si Kuping Besar ke Manchester.
Banyak yang menilai, peninggalan Guardiola di sepakbola ditentukan oleh kemampuannya memboyong trofi Liga Champions ke Manchester dan juara tanpa Lionel Messi.
Pecundang: Timo Werner
Getty ImagesSang bomber RB Leipzig tersebut telah menegaskan tidak akan bermain lagi di Liga Champions musim ini, tetapi mungkin saja dia berubah pikiran setelah melihat hasil undian.
Atletico Madrid dan mungkin PSG di semi-final jelas bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan, tetapi skuat polesan Julian Nagelsman ini setidaknya telah menghapus kemungkinan bertemu dengan lawan yang lebih buas pada diri Bayern Munich, Barcelona, Juventus, Real Madrid dan Mancehster City.
Akan tetapi Werner sudah menyatakan tidak akan terlibat untuk merampungkan kepindahannya ke Chelsea. Sebuah sikap yang juga menjadi kerugian bagi Leipzig.
Bintang berusia 24 ini berstatus top skor klub dengan 34 gol dari semua kompetisi ditambah 13 assist. Harapan tim sekarang jatuh pada Patrick Schick tetapi torehan golnya jauh tertinggal.
Schick yang dipinjam dari AS Roma baru mengoleksi 10 gol - belum pernah membobol gawang di Liga Champions musim ini - plus tiga assist.
Leipzig bukan tim favorit di Portugal, tetapi kemenangan tandang atas finalis tahun lalu Tottenham Hotspur di babak 16 besar jadi bukti potensi besar yang dimiliki mereka.
Werner harus menunggu Liga Champions musim depan, tetapi itu juga belum tergaransi. Chelsea saat ini menempati peringkat tiga klasemen sementara Liga Primer, namun Leicester dan Manchester United membuntuti dengan ketat.
