20201204_Nakamurakengo(C)J.LEAGUE

Para One Man Club J.League

One Man Club, atau pemain yang setia dengan satu klub karena kariernya dihabiskan di klub tersebut, menjadi salah satu hal yang indah dari dunia sepakbola. Di Eropa, kita mengenal sosok Paolo Maldini bersama AC Milan, hingga Steven Gerrard sebagai legenda hidup Liverpool.

Loyalitas merupakan salah satu hal yang ditawarkan seorang pemain, di samping dari kualitas yang mereka miliki. Di J.League, atau kompetisi Jepang, setidaknya ada lima pemain yang patut dilabel One Man Club, dan telah menjadi ikon klub sepanjang karier profesional mereka.

- Hiroaki Morishima - Cerezo Osaka (1991-2008)

Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa sosok Hiroaki Morishima sangat lekat dengan Cerezo Osaka. Bahkan sebelum Liga Jepang memasuki era J.League, Morishima sudah bersama klub tersebut.

Ketika menyelesaikan bangku sekolah bersama SMA Tokai University Daichii pada 1991, Morishima kemudian merasakan juara Japan Football League, sekaligus meraih tiket promosi ke kasta pertama.

Memutuskan untuk pensiun pada 2008, ia telah mengemas 456 penampilan untuk klub, dan mencetak 140 gol. Morishima juga pernah masuk Tim Terbaik J.League pada musim 1995 dan 2000.

Untuk level internasional, bersama timnas Jepang pemain yang berposisi sebagai gelandang ini bermain 64 kali, mencetak 12 gol, dan masuk dalam skuad Samurai Biru yang juara Piala Asia 2000.

2002-06-14-morishima-hiroaki-japan(C)Getty Images

- Nobuhisa Yamada - Urawa Red Diamonds (1994-2013)

Yamada bergabung dengan Urawa Red Diamonds pada 1994, setelah lulus dari SMA Fujieda Higashi. Ia kemudian menjalani debut dan mencetak gol perdana musim itu juga, sebelum menjadi andalan sampai pensiun pada 2013.

Perannya cukup elite di lini pertahanan, karena bisa mengisi posisi bek kanan, bek tengah, gelandang bertahan. Bahkan selain bertahan, ia juga bisa beroperasi sebagai pemain sayap, juga gelandang serang. Benar-benar menjadi seorang team player bagi Urawa.

Sebanyak 540 penampilan dengan torehan 27 gol, ia kemas untuk Urawa. Pada 2004 hingga 2008, Yamada juga merupakan sosok kapten, dan merasakan gelar prestise seperti Liga Champions Asia, J1 League, Piala Kaisar, Piala Liga Jepang hingga Piala Super Jepang.

urawa-nobuhisa-yamada©J.LEAGUE PHOTOS

- Yuzo Kurihara - Yokohama F. Marinos (2002-2019)

Yuzo Kurihara seorang Yokohama F Marinos sejati, karena ia benar-benar merekah di akademi klub sejak 1996 hingga 2001. Setahun kemudian, ia pun dipromosikan ke skuad utama dari Yokohama.

Jalannya sebagai pilihan utama pun tak begitu saja diraih, karena pada tahun pertama di skuad senior ia kalah bersaing dengan duo tim nasional Jepang, yakni Yuji Nakazawa dan Naoki Matsuda.

Bermusim-musim bertitel sebagai pemain pelatih, perubahan formasi yang digunakan klub akhirnya menjadi berkah untuk Kurihara. Dirinya menjadi salah satu dari tiga bek tengah yang diandalkan Yokohama pada musim 2006.

Setelah itu, ia jadi palang pintu andalan di lini belakang, sebelum kemudian pensiun pada 2019 lalu. Total ia bermain 316 kali bersama klub, mencetak 16 gol. Kurihara berhasil ikut menyumbangkan gelar J1 League dua kali (2003, 2004) dan satu Piala Kaisar (2013).

2017-06-18-marinos-Kurihara_Yuzo(C) Getty Images for DAZN

- Hitoshi Sogahata - Kashima Antlers (1998-2020)

Lahir di Kashima, Sogahata menimba ilmu di akademi pemain muda klub sejak 1995, sebelum akhirnya naik ke tim senior pada 1998. Saat itu ia masih jadi pelapis pemain timnas Jepang, Daijiro Takakuwa, dan baru mendapatkan banyak menit bermain sejak tahun 2000.

Mulai musim 2001, ia kemudian jadi kiper pilihan utama Kashima Antlers, hal yang berlanjut sampai musim 2017. Sogahata kemudian memutuskan pensiun pada 2020 lalu. Total, ia bermain 533 kali dan jadi salah satu kunci penting Kashima Antlers menguasai J.League, menyumbangkan 20 gelar!

Sogahata tercatat pernah enam kali juara J1 League, empat Piala Kaisar, lima J.League Cup, empat Piala Super Jepang, dan satu Liga Champions Asia.

2017-04-16-kashima-SOGAHATA Hitoshi.jpg(C)Getty Images for DAZN

- Kengo Nakamura - Kawasaki Frontale (2003-2020)

Kengo Nakamura terjun ke sepakbola profesional setelah lulus dari Universitas Chou pada 2002. Sarjana Sastra Inggris ini direkrut Kawasaki Frontale yang saat itu bermain di kasta kedua.

Dua tahun pertama bersama Kawasaki Frontale, Nakamura pun merasakan promosi pada 2004. Nakamura boleh disebut sebagai late bloomer, karena usia matang membuatnya makin mantap.

Pada 2012, ban kapten diberikan kepada Nakamura, ia pun jadi raja asis level kompetisi pada tahun itu, dengan total 13 asis ia catatkan. Empat tahun kemudian, ia diberkati gelar pemain terbaik J.League dan pesepakbola terbaik Jepang.

Yang menarik, gelar tersebut diraih pada 2016, atau usianya sudah menginjak 36 tahun. Tak berhenti di situ, tahun 2017 ia membawa Kawasaki Frontale juara J1 League untuk kali pertama dalam sejarah klub.

Ia kemudian masih bermain saat Frontale menguasai Jepang, juara J1 League dua kali lagi pada 2018 dan 2020, serta Piala Kaisar (2020), J.League Cup (2019), dan Piala Super Jepang (2019).

20201204_Nakamurakengo(C)J.LEAGUE
Iklan
0