Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Arema FC tidak menyediakan kuota tiket kepada suporter Persebaya Surabaya, Bonek, kala kedua tim saling bentrok di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10), pada matchday ke-11 Liga 1 2022/23.
Kebijakan tidak menerima kehadiran Bonek berdasarkan hasil pertemuan antara panpel, Aremania, dan kepolisian Malang Raya kemarin malam. Ketua panpel Abdul Haris mengutarakan, keputusan tidak memberikan kuota tiket kepada Bonek berdasarkan masukan dari Aremania dan kepolisian.
Hubungan antara Aremania dan Bonek sudah sejak lama tidak harmonis. Kedua kelompok suporter itu juga tak bisa berkunjung ke kandang lawan masing-masing, karena berpotensi besar menghadirkan bentrokan.




Kesepakatan tidak memberikan dukungan di kandang lawan sebetulnya sudah diterapkan sejak 2006. Itu sesuai dengan hasil pertemuan di Polda Jawa Timur antara Aremania dan Bonek.
Menurut Haris, delapan poin sikap Aremania menjadi pertimbangan panpel dengan tidak memberikan kuota tiket ke pendukung Persebaya. Aremania menginginkan suasana kondusif di Malang Raya.
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan Aremania. Setidaknya ada delapan poin dari hasil rakor tersebut. Hal itu semata-mata dilakukan untuk kepentingan bersama dan menjaga Malang Raya tetap kondusif,” kata Haris dikutip laman Wearemania.
“Langkah antisipasi sejak jauh-jauh hari dilakukan Aremania. Melalui pertimbangan yang matang, maka diputuskan panpel mematuhi arahan polisi dengan tidak memberikan kuota kepada pendukung Persebaya. Aremania juga menyoroti provokasi di sosial media. Ini yang harus kita redam bersama.”
Dalam delapan poin sikap Aremania, di antaranya meminta pihak kepolisian untuk melakukan pengawalan terhadap suporter Arema luar kota yang datang ke Kanjuruhan agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan, termasuk saat mereka kembali ke kota masing-masing.
Aremania juga berusaha mencegah sweeping terhadap kendaraan berplat Surabaya saat pertandingan. Aremania menyatakan siap menerapkan hukum adat jika ada aksi anarkis.
